Fenomena ‘Pak Ogah’ Jadi Biang Macet di Makassar, Ini Permintaan Dinas Perhubungan ke Pemakai Jalan

Dinas Perhubungan Kota Makassar Abdul Azis mengungkapkan, pihaknya selalu mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak memberi uang.

Fenomena ‘Pak Ogah’ Jadi Biang Macet di Makassar, Ini Permintaan Dinas Perhubungan ke Pemakai Jalan
tribun timur/darul amri lobubun
Suasana kepadatan lalulintas di turn over atau putaran di depan Masjid Al Abrar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sabtu (10/11/2018). Salah satu penyebab kemacetan di lokasi ini keberadaan pak ogah yang ada di putaran jalan tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Fenomena "Pak Ogah" di Kota Makassar dalam beberapa tahun terakhir ini, buat pihak terkait harus bekerja ekstra keras.

Pasalnya, untuk menghilangkan aktivitas "Pak Ogah" disetiap titik-titik jalan poros Provinsi dan Kota. Petugas terkait harus meminta pengguna jalan bekerjasama.

Kepala Humas Dinas Perhubungan Kota Makassar Abdul Azis mengungkapkan, pihaknya selalu mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak memberi uang.

Baca: BREAKING NEWS: Ulah ‘Pak Ogah’, Jl Sultan Alauddin depan Masjid Al Abrar Terjadi Kepadatan

Baca: Satlantas Polrestabes Makassar Imbau Pengemudi Tak Beri Uang ke Pak Ogah

"Satu-satunya cara hilangkan mereka (Pak Ogah) adalah pengguna jalan tidak memberikan recehan," kata Azis kepada tribun timur.com, Sabtu (10/11/2018).

Lanjut Azis, pekerjaan menghilangkan aktivitas Pak Ogah disetiap belokan di jalanan bukan tugas utama Dishub. Tapi itu sudah menjadi perhatian pemerintah.

Seorang pak ogah diamankan anggota Satpol PP Gowa ke Mapolres Gowa, Kamis (21/9).
Seorang pak ogah diamankan anggota Satpol PP Gowa ke Mapolres Gowa, Kamis (21/9). (WAODE NURMING/TRIBUN TIMUR)

"Sebenarnya ini bukan tanggung jawab kami, tapi memang masih berhubungan dengan kami. Ini tugasnya Dinas Sosial agar memberikan pembinaan," ujar Azis.

Agar menjadi perhatian bersama kata Azis, pihak Pemerintah terkait seperti Dinsos Makassar, Satpol PP, hingga dari pihak Kecamatan agar duduk bersama.

Setelah duduk bersama dan membuat satu kesepakatan dan mencari Solusi. Dari situ baru dilakukan penindakan atau memberikan suatu solusi ke Pak Ogah.

Baca: Trotoar di Depan Toko Roti Setia Kawan Maros Rusak, Pelakunya Diduga Pak Ogah

Baca: Wakil Dekan FKM Unhas Harap Makassar Bebas dari Banjir dan Pak Ogah

"Sebenarnya pak Ogah ada positif dan negatifnya, positifnya ya saat mereka ini memberikan jasa mereka tapi pada sisi lain mereka biang macet," jelas Azis.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved