Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPR RI: Dukung Program Mensejahterakan Petani

Komisi IV DPR RI kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau Kamis, 1 November 2018.

Editor: Sakinah Sudin
DPR RI: Dukung Program Mensejahterakan Petani - komisi-iv-dpr-ri_20181102_110521.jpg
Komisi IV DPR RI kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau Kamis, 1 November 2018.
DPR RI: Dukung Program Mensejahterakan Petani - komisi-iv-dpr-ri_20181102_111028.jpg
Komisi IV DPR RI kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau Kamis, 1 November 2018.
DPR RI: Dukung Program Mensejahterakan Petani - komisi-iv-dpr-ri_20181102_111201.jpg
Komisi IV DPR RI kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau Kamis, 1 November 2018.
DPR RI: Dukung Program Mensejahterakan Petani - komisi-iv-dpr-ri_20181102_111149.jpg
Komisi IV DPR RI kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau Kamis, 1 November 2018.
DPR RI: Dukung Program Mensejahterakan Petani - komisi-iv-dpr-ri_20181102_111233.jpg
Komisi IV DPR RI kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau Kamis, 1 November 2018.

TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam rangka memantau dan menggali potensi program mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan sesuai amanat nawacita, mencakup pangan strategis padi, jagung, kedelai, daging, gula, bawang dan cabai, Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau.

Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI ke Provinsi Kepulauan Riau dilaksanakan pada Kamis, 1 November 2018, dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan dengan anggota Sudin, Robert Joppy Kardinal SAB; Agustina Wilujeng Pramestuti, SS; H Oo Sutisna, SH; AA Bagus Adhi Mahendra Putra; HM Salim Fakhry, SE MM, dan didampingi Dirjen Hortikultura mengunjungi kawasan cabai di Kelompok Tani Maju Mandiri Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam.

Kunjungan Kerja ini merupakan bentuk kepedulian wakil rakyat untuk meninjau progres pengembangan komoditas 'pedas' ini. Komisi IV DPR RI juga membagikan bantuan benih cabai kepada kelompoktani setempat.

Gaji Pilot Lion Air JT610 PK LQP Tak Wajar, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bongkar Sejumlah Fakta

Info Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Kementerian Agama 2018, Ketahui Nilai Ambang Batas Terbaru

Soal TKP Dinilai Paling Susah, Ini Tips Lolos Tes SKD: Jawab Soal Ini Dulu dan Hindari 3 Hal ini

Terjadi Keributan di Pesawat Lion Air Makassar-Banjarmasin, Penumpang Kelaparan dan Kepanasan

VIDEO Pilot Batik Air Bongkar Maintenance Pesawat Lion Air dan Pengalaman Terbangkan Pesawat Rusak

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengatakan "cabai ini komoditas strategis. Agar produksi cabai di Batam ditingkatkan, sehingga petani sejahtera. Tidak hanya budidayanya, tapi juga agar ditingkatkan menjadi cabai olahan, dikemas saset atau botol" pintanya.

Selanjunya Daniel mengatakan "Reformasi Agraria khususnya di Kepri perlu dilakukan, supaya buruh tani dan petani memiliki lahan sendiri. Para petani agar mengembangkan industri pengolahan sehingga ada nilai tambahnya" ujarnya.

Sementara itu, Sudin anggota Komisi IV DPR RI mengatakan "agar Dinas Pertanian lebih aktif di lapangan, penyuluh aktif membina petani, agar petani berproduksi dan sukses"

Saya mendukung Pemerintah sudah mengembangkan hortikultura, dan saya juga apresiasi ke Pak Mentan kini ekspornya semakin meningkat" ujarnya.

Kunjungan Kerja dewan di Kelompok Tani Maju Mandiri di Citokok, Batam. Kelompok ini merupakan salah satu dari tujuh Kelompoktani penerima bantuan kawasan cabai 25 hektar dari Direktorat Jenderal Hortikultura dan dibina Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementan dalam bentuk demplot Sekolah Lapang. Komisi IV DPR RI juga mengunjungi lokasi perubahan fungsi kawasan hutan dalam RTRW di Batuaji Barelang, kunjungan ke Balai Budidaya Laut, juga ke Gudang Bulog Batu Merah, di Batam.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi mengatakan program pengembangan cabai di wilayah Kepri termasuk Batam ini dimaksudkan agar kebutuhan konsumsi sayuran khususnya cabai dapat dipenuhi dari petani sekitar "pengembangan cabai 25 hektar dan tahun depan ditambah lagi 15 hektar". Ini agar dipupuk dan dirawat sehingga produktivitas tinggi" ujarnya.

Thomas Ketua Gapoktan Maju Mandiri Desa Sitokok mengatakan, kami mengharapkan bantuan alat dan sarana angkut. Di sini sarana dimiliki petani sangat terbatas, ujarnya

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Riau, Muh. Izhar menyatakan pengembangan cabai akan terus ditingkatkan untuk pemenuhan kebutuhan Kepri dan membidik ekspor Singapura.

Untuk diketahui, produksi cabai di Provinsi Kepulauan Riau 2017 sebesar 3.005 ton, masing-masing produksi cabai besar 1.944 ton dan cabai rawit 1.061 ton. Harga cabai merah keriting di tingkat petani saat ini berkisar Rp 27.000 – 35.000 perkg

Sedangkan produksi cabai nasional tahun 2017 sebesar 2,36 juta ton, terdiri cabai besar 1,20 juta ton dan cabai rawit 1,16 juta ton. Kebutuhan konsumsi nasional 2018 cabai besar 1,14 juta ton dan cabai rawit 0,86 juta ton (Susenas 2017).

Perkiraan Produksi 2018 naik lebih tinggi dan surplus meningkat. Sejak 2016 sudah tidak impor cabai segar. Sepanjang tahun 2017 - 2018 harga cabai stabil bahkan saat Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

 Follow juga akun instagram official kami: 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved