Opini

OPINI - BEM Unhas dan Titik Balik Pengkaderan Mahasiswa

Ditulis Rustan Ambo Asse, Ketua Forum Komunikasi Residen (FOKUS) Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis FKG Unhas.

OPINI - BEM Unhas dan Titik Balik Pengkaderan Mahasiswa
drg Rustan Ambo Asse 

Oleh: Rustan Ambo Asse
Ketua Forum Komunikasi Residen ( FOKUS) Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis FKG Unhas

BEBERAPA kali saya membaca opini Ostaf Al-Mustafa: Unhas dan Buluh Sejarah Pengekangan Mahasiswa yang dimuat di harian Tribun Timur edisi Selasa 31 Juli 2018 lalu.

Merenungkan tulisan itu seakan mengajak kita untuk mendalami upaya pembetukan lembaga kemahasiswaan tingkat universitas sebagai situasi paradoks.

Apa yang disebut Ostaf sebagai ‘sengkarut’ di Unhas akan kembali memantik pasang surut dinamika kemahasiswaan di Universitas Hasanuddin.

Ketika optimisme yang merebak tentang gagasan pembentukan lembaga kemasiswaan dianggap sebagai ‘tesa’ dan gagasan dalam opini Ostaf dianggap sebagai ‘antitesa’, maka sejatinya Kampus Unhas perlu menemukan ‘sintesa’ untuk mengkontekstualisasi nilai-nilai luhur, nilai-nilai idealitas kemahasiswaan.

Apa yang harusnya abadi dalam sejarah kemahasiswaan?

Bukankah sejarah akan melahirkan perubahan pada banyak hal, ruang, dan waktu akan menguji mereka yang mantan aktivis, tapi tonggak sejarah identitas mahasiswa sebagai entitas intelektual, merdeka , militan dan berbahaya seharusnya masih tetap hadir di kampus hingga hari ini.

Butuh atau Tidak
Dalam sejarah pasang surut pembentukan lembaga kemahasiswaan Unhas, kita tidak pernah usai menyelesaikan kontradiksi nilai yang ingin dicapai.

Mungkin saja potensi kemahasiswaan masih terjebak pada trauma masa lalu.

Sejarah yang terus diteteskan dalam bingkai kecurigaan ataukah ini serupa optimisme yang memang ingin kita kubur bersama.

Baca: OPINI - Dana Kelurahan di Tahun Politik

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved