NA Siapkan Opsi Injeksi Modal di Bank Sulselbar

Kinerja Bank Sulselbar mencatatkan pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir

NA Siapkan Opsi Injeksi Modal di Bank Sulselbar
abdiwan/tribuntimur.com
Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah berbincang dengan Direksi Bank Sulselbar saat berkunjung ke Kantor Bank Sulselbar jalan Ratulangi Makassar, Kamis (11/10/2018). Nurdin Abdullah meminta Direksi Bank Sulselbar untuk segera bersiap menjadi bank devisa karena akan banyak investasi asing yang masuk ke Sulsel selama pemerintahannya. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kinerja Bank Sulselbar mencatatkan pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir, Namun masih butuh dukungan lebih aktif dari pemegang saham melalui injeksi untuk penguatan struktur permodalan.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah kala bertandang ke kantor Bank Pendapatan Daerah tersebut di Jl Dr Sam Ratulangi Makassar, Kamis (11/10/2018) menyiapkan opsi injeksi terhadap Bank Sulselbar melalui skema pengembalian penuh dividen untuk kemudian memperkuat struktur permodalan BPD milik pemprov tersebut.

"Dividen untuk tahun ini (2018), akan dikembalian penuh untuk modal. Ini bukan sekadar kewajiban, tetapi kewajiban Pemprov agar Bank Sulselbar lebih kuat," kata mantan Bupati Bantaeng 2 periode itu.

Pada sisi lain, injeksi modal melalui skema pengembalian penuh dividen, ini menjadi upaya Pemprov Sulsel untuk memperbesar porsi kepemilikan saham di Bank Sulselbar yang ditargetkan mampu mencapai 51persen.

"Apalagi Bank Sulselbar ini sangat sehat, kinerja bagus, NPL (kredit macet) sangat terjaga begitu pula dengan beberapa indikator bisnis lainnya. Saya berharap, saham kami bisa menjadi 51persen, karena Bank Sulselbar ini juga menjadi komponen terhadap strutkur PAD (Pendapatan Asli Daerah) murni Sulsel," kata NA sapaannya.

Menurutnya, porsi kepemilikan saham 51persen diharapkan bisa terwujud tahun depan dengan catatan keuangan Sulsel tidak lagi mengalami defisit.

Dirut Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat menambahkan, perihal struktur permodalan, perseroan masih mebutuhkan injeksi modal dari pemilik saham termasuk Pemprov Sulsel yang saat ini masih tercatat sebagai pemilik saham mayoritas.

Sebagai informasi, Pemprov Sulsel sejauh ini memiliki saham Bank Sulselbar pada angka 34persen sedangkan sisanya terbagi pada seluruh pemda se-Sulsel, Pemprov Sulbar, dan Pemda se-Sulbar.

Hingga kuartal kedua tahun ini, Bank Sulselbar telah mengantongi laba Rp 278,06 miliar atau 118,84persen dari target yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) perseroan.

Sementara posisi modal disetor atau paid up capital Bank Sulselbar per Juni 2018 menyentuh angka Rp 932,66 miliar, sedangkan modal inti atau primary capital perseroan pada periode yang sama sebesar Rp 2,54 triliun.

Realisasi kredit bergerak naik di angka 14,38 persen secara tahunan di kuartal II/2018 menjadi Rp 14,87 triliun, lalu penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 15,86 triliun dengan posisi aset mencapai Rp 22,51 triliun yang bertumbuh 6,52 persen secara tahunan.

"Kami berharap ABPD Sulsel tidak defisit lagi untuk tahun selanjutnya, sehingga Pemprov Sulsel bisa merealisasikan penambahan modalnya, termasuk pengembalian penuh dividen nantinya," harapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help