Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kebakaran Kian Marak, ini Imbauan Damkar Makassar untuk Masyarakat

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia di Jl Bulukunyi

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Anita Kusuma Wardana
sanovra/tribuntimur.com
Petugas melakukan penjagaan di dua rumah toko yang dilalap api di Jl Bulukunyi, Makassar, Selasa (11/9). Dalam peristiwa ini, seorang ibu dan dua anaknya tewas terpanggang di dalam ruko miliknya. Korban satu keluarga yang terpanggang, yakni Rosmiati (40) dan dua putrinya, Ratih (19) dan Rafika (12). Sementara suami Rosmiati, Abdul Rahim (40) dan putra bungsunya, Raka (2) berhasil selamat lantaran melompat dari lantai 2 ruko setinggi 5 meter. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kebakaran di kota Makassar kembali merenggut nyawa.

Kali ini dua orang korban tewas akibat kebakaran yang terjadi di Jl Andalas, Rabu (12/9/2018) sekitar Pukul 02.00 Wita.

Adapun korban yakni pemilik rumah toko (ruko), Yudi (52) bersama dengan anak sulungnya Vita yang masih duduk di bangku Kelas I SMAN Katolik Rajawali.

Diketahui sebelumnya Ruko milik Yudi merupakan tempat usaha penjualan bahan bangunan maupun elektronik "Agung Jaya".

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia di Jl Bulukunyi, Kelurahan Maricaya, Kota Makassar, Selasa (11/9/2018) subuh.

Menanggapi maraknya kebakaran di Makassar, Kabid Operasi Pemadam kebakaran (Damkar) Makassar Moch Hasanuddin mengungkapkan, banyak hal yang biasa menghambat petugas Damkar dalam upaya nmemadamkan api.

"Kalau terjadi kebakaran begitu, percayakan saja ke petugas untuk proses pemadamnya. Kadang petugas terkendala oleh warga itu sendiri juga, akses untuk masuk ke lokasi kadang bisa kita terhambat di situ,' kata Hasanuddin.

Terkait kebakaran yang terjadi di ruko, seperti kasus yang terjadi terkahir, Hasanuddin mengatakan petugas biasanya terhambat oleh tebalnya jeruji besi yang dipasang pemilik.

"Kalau ruko, biasa kendala kita di akses sarana pemadam masuk untuk mengevakusi dan memadamkan. Kadang jeruji yang dobel menghambat. Dobel pintu besi, terus digembok. Tapi untung kami dilengkapi peralatan," kata dia.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kebakaran di musim kemarau ini, termasuk memperhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing.

"Tetap waspada begitu memasuki kemarau karena potensi kebakaran itu ada di sekitar lingkungan setiap orang, apalagi ditambah terik marahari sangat memungkinkan, dan bahan rumah yang mudah terbakar,' terangnya.

"Terus harus memperhatikan instalasi yang ada di atas plafon, karena itu bisa terjadi korsleting listrik, paling tidak pakai kabel SNI," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved