DWP Gowa Gelar Rakor Sekaligus Bagi Tips Jadikan Anak Jenius

Sekda Gowa, Muchlis yang hadir membuka acara mengatakan jika Gowa saat ini terpilih menjadi Kabupaten Layak Anak.

DWP Gowa Gelar Rakor Sekaligus Bagi Tips Jadikan Anak Jenius
Wa Ode Nurmin/Tribungowa.com
pemateri dr Yusuf memberikan tips bagaimana agar bisa bangun pagi dihadapan murid TK Pertiwi 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA- Untuk pertama kalinya Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gowa menggelar rapat koordinasi dan arisan dirangkaikan dengan sosialisasi masalah anak di lingkungan TK Pertiwi, Jl. Syamsuddin Tunru, Sabtu (8/9/2018).

Ketua Dharma Wanita Persatuan Gowa, Nurliah Muchlis menjelaskan sengaja memilih lokasi ini karena ingin lebih akrab dengan para orangtua murid.

"TK Pertiwi ini adalah binaan dari DWP Gowa. Karena bulan ini giliran DWP unit RSUD Syekh Yusuf jadi dirangkaikan dengan sosialisasi masalah anak. Intinya saya hanya ingin memperkenalkan TK Pertiwi saja sebagai binaan DWP Gowa dan terpenting TK ini adalah sekolah pertama di Kabupaten Gowa," ujarnya kepada media.

Kegiatan ini memang dikemas menarik bagi anak-anak dan orangtua yang hadir.

Sebelum dimulai, mereka diajar terlebih dahulu cara mencuci tangan dengan alunan musik.

Sekda Gowa, Muchlis yang hadir membuka acara mengatakan jika Gowa saat ini terpilih menjadi Kabupaten Layak Anak.

"Anak-anak kita saat ini memiliki hak untuk memperoleh pendidikan. Untuk itu pendidikan bukan hanya didapatkan di sekolah tapi dimulai dari lingkungan keluarga. Dan semoga dari TK Pertiwi ini lahir generasi terbaik buat bangsa," ujarnya dihadapan Direktur RSUD syekh Yusuf dr. Salahuddin bersama Ibu Dharma Wanita Persatuan Unit.

Dokter Spesialis mata, dr. Yusuf yang hadir sebagai pemateri "Bagaimana Trik Membuat Anak Menjadi Jenius", membagi tips. Salah satunya bagaimana membangunkan anak untuk ke sekolah.

"Biasakan susah bangunkan anak-anak kita kalau pergi sekolah?. Kalau tidak mau bangun ibunya pasti marah-marah. Kalau marah anak kita jadi semakin malas. Karena mereka merasa tidak senang dan nyaman. Jadi kuncinya adalah bagaimana mereka bisa nyaman dan senang," ujarnya.

Kita mendidik sesuai kemauan anak bukan kemauan orangtua.

"Bisa setiap kali mau tidur. Kepalanya diusap. Doakan dan sebut namanya. Jangan gunakan Hp saat menidurkan anak. Kebiasaan ibu-ibu sekarang selalu pegang Hp dihadapan anak. Lepas dulu itu Hp. Biasakan membaca sebelum anak tidur. Jamannya sekarang bukan lagi marah-marah tapi terapi," lanjutnya. (*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help