AMPSB Desak Polres Sidrap Usut Dugaan Perusakan Lingkungan di Sungai Bila

Kerusakan lingkungan di aliran sungai tersebut ditengarai akibat ulah penambang yang menambang secara ilegal.

AMPSB Desak Polres Sidrap Usut Dugaan Perusakan Lingkungan di Sungai Bila
amiruddin/tribunsidrap.com
Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB), Andi Tenri Sangka 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, PITU RIASE - Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB), Andi Tenri Sangka mendesak Polres Sidrap mengusut dugaan perusakan lingkungan di Sungai Bila, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kerusakan lingkungan di aliran sungai tersebut ditengarai akibat ulah penambang yang menambang secara ilegal dan tidak memperhatikan kondisi lingkungan.

"Kami meminta pelaku perusak lingkungan ini diproses secara hukum, karena saat ini kondisi Sungai Bila berdasarkan investigasi kami sangat memperihatinkan, akibat ulah tak bertanggungjawab para penambang itu," kata Andi Tenri Sangka, kepada TribunSidrap.com, Kamis (30/8/2018).

Pria yang disapa Andi Kengkeng itu menambahkan, aktivitas tambang di aliran Sungai Bila harus segera dihentikan, karena dampaknya sudah sangat parah.

Baca: Warga Minta Aktivitas Tambang di Sungai Bila Sidrap Dihentikan, Begini Reaksi Pengusaha

Baca: AMPSB Desak Aktivitas Tambang di Sungai Bila Sidrap Dihentikan

"Para penambang di Sungai Bila juga harus mereklamasi lahan yang telah dirusaknya," ujarnya.

Desakan penghentian aktivitas tambang di Sungai Bila juga disampaikan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel, Muhammad Al Amin.

"Walhi Sulsel mengharapkan langkah tegas dan kongkrit dari Polres Sidrap dan stakeholder terkait menghentikan aktivitas tambang ini," ujarnya.

Sementara itu, Wakapolres Sidrap Kompol H Baso mengatakan pihaknya siap melakukan penyelidikan terkait desakan warga di Pitu Riase itu.

"Permintaan warga pasti akan kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan," tuturnya.

Sekadar diketahui, Sungai Bila terletak sekitar 36 km ke arah timur pusat kota Sidrap di Kecamatan Maritengngae.

Aliran sungai ini dimanfaatkan oleh warga, termasuk mengairi ribuan hektare sawah.(*)

Penulis: Amiruddin
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help