Warga Minta Aktivitas Tambang di Sungai Bila Sidrap Dihentikan, Begini Reaksi Pengusaha

Hal tersebut disampaikan Agus, menyusul adanya protes warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB)

Warga Minta Aktivitas Tambang di Sungai Bila Sidrap Dihentikan, Begini Reaksi Pengusaha
amiruddin/tribunsidrap.com
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Tambang Sidrap (APTASI), Agus Rasyid Butu. 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, PITU RIASE - Sekretaris Asosiasi Pengusaha Tambang Sidrap (APTASI), Agus Rasyid Butu tak menampik masih adanya sejumlah pengusaha tambang di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang belum memiliki izin tambang.

Hal tersebut disampaikan Agus, menyusul adanya protes warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB) terhadap aktivitas tambang di aliran Sungai Bila.

Protes dilakukan AMPSB, gegara aktivitas tambang di sungai tersebut dianggap telah merusak kondisi lingkungan di sekitar Sungai Bila.

"Memang masih ada sejumlah pengusaha tambang yang belum memiliki izin tambang di Pitu Riase. Tetapi kami di asosiasi selalu mendesak pengusaha tersebut segera melengkapi perizinannya," kata Agus Rasyid Butu kepada TribunSidrap.com, Rabu (29/8/2018).

Di Kecamatan Pitu Riase kata Agus, saat ini baru terdapat empat pengusaha tambang yang mengantongi izin tambang.

Keempat pengusaha tersebut, yakni CV Ega milik H Ucu, UD Ahmad milik H Sadikin, CV Bilboy milik Hj Sumarni, UD Sinta Pratama milik H Rahmat.

"Kami yang tergabung di APTASI selalu menekankan pentingnya perizinan kepada rekan pengusaha tambang. Termasuk sharing cara menambang yang tidak merusak lingkungan, salah satunya menutup kendaraan dengan tenda atau terpal saat mengangkut hasil tambang," ujarnya.

Sementara itu, Camat Pitu Riase, Abbas Aras meminta pengusaha tambang galian C di wilayahnya menambang secara bijaksana.

"Menambanglah secara bijaksana, jangan mengeksploitasi alam kita secara berlebihan. Potensi alam ini karunia tuhan, yang harus kita rasakan bersama, tanpa ada yang menderita," ujarnya.

Dalam catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel, terdapat sekitar 18 pengusaha tambang yang beroperasi di Pitu Riase, namun hanya empat yang berizin.

"Kami minta aktivitas tambang di Sungai Bila dihentikan, sambil menunggu penyelidikan Polres Sidrap dan Pemkab Sidrap terhadap penambang liar yang telah merusak lingkungan di sekitar Sungai Bila Riase ini," tutur Direktur Walhi Sulsel, Muhammad Al Amin.

Penulis: Amiruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help