AMPSB Desak Aktivitas Tambang di Sungai Bila Sidrap Dihentikan

Di Kecamatan Pitu Riase terdapat sekitar 18 penambang yang melakukan aktivitas penambangan.

AMPSB Desak Aktivitas Tambang di Sungai Bila Sidrap Dihentikan
amiruddin/tribunsidrap.com
Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB) melaksanakan pertemuan bersama aktivis lingkungan hidup dan penambang di Kantor Kepala Desa Bila Riase, Jl Poros Barukku, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (29/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, PITU RIASE - Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila (AMPSB) mendesak aktivitas penambangan di aliran Sungai Bila dihentikan.

Hal tersebut disampaikan AMPSB, saat dilaksanakan pertemuan bersama warga, aktivis lingkungan hidup, dan penambang di Kantor Kepala Desa Bila Riase, Jl Poros Barukku, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (29/8/2018).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakapolres Sidrap Kompol H Baso, Kepala Dinas Pemukiman Pertanahan dan Lingkungan Hidup Sidrap Hj Ariani, Camat Pitu Riase Abbas Aras, anggota DPRD Sidrap Ahmad Shalihin Halim dan Kasman, serta warga lainnya.

"Kami mendesak aktivitas tambang dihentikan karena sudah merusak lingkungan di sekitar aliran Sungai Bila. Saya siap wakafkan hidup saya, demi menjaga Sungai Bila ini, tidak dirusak oleh oknum yang tidak peduli lingkungan," kata Koordinator AMPSB, Andi Tenri Sangka kepada TribunSidrap.com.

Baca: Didesak Usut Tambang Liar di Moncongloe, Polres Maros Ragu

Baca: Demo Pengusaha Tambang, Pemuda Pandak Luwu Utara Dipanggil Polisi

Andi Kengkeng sapaannya, juga mendesak Polres Sidrap menyelidiki dugaan beroperasinya perusahaan tambang tanpa izin yang merusak lingkungan di Desa Bila Riase dan sekitarnya.

Warga lainnya, Zulkifli menyebut aktivitas tambang galian C di aliran Sungai Bila membuat jalanan rusak. Termasuk banyak sumur warga yang mengering.

Sementara itu, Wakapolres Sidrap Kompol H Baso menegaskan kesiapan pihaknya melakukan penyelidikan, terkait permintaaan AMPSB tersebut.

"Penambang yang melakukan aktivitas penambangan tidak sesuai prosedur, pasti akan kita sikapi," ujarnya.

Sekadar diketahui, di Kecamatan Pitu Riase terdapat sekitar 18 penambang yang melakukan aktivitas penambangan. Parahnya, saat ini diketahui hanya empat penambang yang memiliki izin.(*)

Penulis: Amiruddin
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help