SPAK dan Gertak Enrekang Bahas Pencegahan Money Politik di Warkop Talaga

Dalam kesempatan itu, Ema Husaema, mengatakan money politik memiliki dampak yang sangat buruk bagi budaya demokrasi.

SPAK dan Gertak Enrekang Bahas Pencegahan Money Politik di Warkop Talaga
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Komunitas Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) bersama Gerakan Enrekang Tanpa Korupsi (Gertak) menggelar diskusi terbuka di Warkop Talaga, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Jumat (24/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Komunitas Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) bersama Gerakan Enrekang Tanpa Korupsi (Gertak) menggelar diskusi terbuka di Warkop Talaga, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Jumat (24/8/2018).

Kegiatan yang bertema Impian berdemokrasi tanpa money politik itu dihadiri oleh Koordinator SPAK Indonesia Timur, Ema Husaema sebagai pemateri.

Dalam kesempatan itu, Ema Husaema, mengatakan money politik memiliki dampak yang sangat buruk bagi budaya demokrasi.

"Money politik tentu memiliki dampak yang sangat buruk dalam berdemokrasi, bahkan perlu diketahui setiap pemberian yang diharapkan memberikan suara atau kepentingan lainnya itu tidak dibolehkan karena itu artinya itu menggadaikam harga diri kita," kata Ema kepada TribunEnrekang.com, Jumat (24/8/2018).

Ema sangat mengapresiasi para peserta diskusi yang menurutnya punya antusias dalam menyuarakan gerakan pencegahan praktek money politik.

Apalagi, para peserta yang hadir dalam diskusi tersebut adalah tak hanya dari kalangan perempuan saja, tapi para kaum adam pun turut ikut serta dalam kegiatan tersebut.

"Saya sangat bangga melihat antusiasme peserta, kalau selama ini kita bicara soal SPAK pasti berbicara soal perempuan, tapi disini ternyata ada juga laki-laki yang ikut serta mendukung gerakan ini, bahkan peserta diskusi bertekad mencegah money poltik dirinya dan ke masyarakat luas," ujar Ema.

Ia pun berharap, ke depannya pada proses demokrasi Pemilu 2019 adalah pilihan murni dari masyarakat tanpa adanya imbalan dan tanpa ada tendensi intimidasi atau fator klan dan kepentigan lainnya.

"Kita akan terus bergerak cegah money politik, dengan terus melakukan sosialisasi pencegahan dengan memadukan beberapa media bermain," tuturnya.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved