Berita Orang Hilang, Kakek 73 Tahun Asal Maccini Sawah Ini Sudah 3 Hari Tidak Ada Kabar Beritanya

jelas istrinya, klo sudah adzan pasti tinggalkan aktivitasnya untuk menunaikan salat lima waktu.

Berita Orang Hilang, Kakek 73 Tahun Asal Maccini Sawah Ini Sudah 3 Hari Tidak Ada Kabar Beritanya - 14082018_deng_pato_20180814_052713.jpg
tribun timur/arif fuddin usman
Deng Pato, kakek berusia 73 tahun, Warga Jl Maccini Sawah, Makassar, dilaporkan hilang, Sabtu (11/8/2018).
Berita Orang Hilang, Kakek 73 Tahun Asal Maccini Sawah Ini Sudah 3 Hari Tidak Ada Kabar Beritanya - 14082018_deng_pato_1_20180814_052700.jpg
tribun timur/arif fuddin usman
Keluarga Deng Pato, kakek berusia 73 tahun warga Jl Maccini Sawah, Makassar, yang dilaporkan hilang saat bertamu ke redaksi tribun timur, Senin (13/8/2018) malam.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang kakek berusia 73 tahun bernama Daeng Pato, Warga Jl Maccini Sawah, Makassar, dilaporkan hilang, Sabtu (11/8/2018).

Sudah 3 hari, Daeng Pato yang kesehariannya mengayuh becak ini tidak pulang ke rumahnya. Tiga hari pula istrinya Daeng Pati selalu menangis.

Dg Pati pun selama tiga hari ini terus mencari keberadaan sang suami yang belum juga jelas dimana dan bagaimana kondisi kini.

Baca: Alumni Unhas Salurkan Bantuan Rp 117 Juta untuk Korban Bencana Gempa Lombok

Baca: CEO PT PSM Ungkap Pertimbangan Merekrut Alessandro Ferreira Leonardo! Ini Beberapa Alasannya?

Baca: Dilepas PSM, Kiper Shahar Ginanjar Justru Tampil Menawan Bersama Persija Jakarta! Ini Buktinya

Bersama adik iparnya, dua anak laki-laki, dan anak perempuannya, Dg Pati menceritakan kabar hilangnya sang suami di redaksi Tribun Timur, Jl Cenderawasih 430, Makassar, Senin (13/8/2018) malam.

“Iya Pak, suami saya sudah 3 hari tidak ada kabarnya. Tidak pulang ke rumah sejak Sabtu (11/8/2018) lalu. Padahal sempat pulang untuk makan, setelah itu tidak pulang-pulang,” ujar Dg Pati

Dg Pato sehari-harinya mangkal bersama becaknya di pertigaan Jl Maccini Sawah dengan Jl Urip Sumohardjo. Dekat denga jembatan penyeberangan Urip.

Menurut Dg Pati, suaminya yang kelahiran tahun 1945 tersebut, memang sudah mulai lupa-lupa ingat alias pelupa. Sehingga kalau mengayuh becaknya terlalu jauh, ia khawatir lupa jalan pulang.

“Itu bapak memang sudah mulai lupa-lupa. Jadi saya khawatirnya salah jalan dan tidak tahu jalanan pulang,” cerita Deng Pati.

“Informasi dari temannya yang menjual balon kalau sempat melihatnya di Jalan Sunu. Nah itu jauh sekali kodong, ka biasanya stamplast di Maccini Sawah, Ablam, dan sekitarnya,” lanjut Risna diamini Harifuddin, yang dua-duanya anak Deng Pato.

Halaman
123
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved