DPR RI Puji Kinerja PPDB Disdik Sulsel

Pelaksanaan PPDB 2018 Dinas Pendidikan Sulsel juga menjadi perhatian Komisi X DPR RI saat kunjungan kerja (kunker) ke Sulsel pekan ini.

DPR RI Puji Kinerja PPDB Disdik Sulsel
abdiwan/tribuntimur.com
Suasana Pendaftaran murid baru sekolah dasar negeri Kota Makassar jalur zonasi utama, inklusif, dan prasejahtera di SD Negeri Sudirman Minggu (8/7/18). Pengumuman kelulusan pada Rabu (11/7/18) dan Data calon peserta dan peserta lulus dapat diakses melalui https://makassar.siap-ppdb.com 

Laporan wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Pelaksanaan PPDB 2018 Dinas Pendidikan Sulsel juga menjadi perhatian Komisi X DPR RI saat kunjungan kerja (kunker) ke Sulsel pekan ini.

Anggota Komisi X DPR RI, Amran mengapresiasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 di Sulsel.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Sulsel di bawah kepemimpinan Irman Yasin Limpo berhasil menjalankan sistem PPDB yang baru dengan baik.

"Saya ingin memberi jempol kepada Disdik Sulsel karena sukses menjalankan sistem zonasi ini. Ini prestasi yang harus kita apresiasi," katanya, via rilis ke tribun-timur.com, Jumat (3/8).

Menurut Amran, keberhasilan mengawal pelaksanaan PPDB di Sulsel ini tak lepas dari upaya Dinas Pendidikan Sulsel yang massif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sosialisasi sistem baru yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi kunci Disdik Sulsel mampu melaksanakan PPDB yang lancar tanpa menemui kendala berarti.

Hal itu berbeda dengan yang terjadi di sejumlah provinsi yang pelaksanaan PPDB-nya menghadapi banyak masalah. Bahkan di beberapa daerah PPDB terpaksa ditunda karena besarnya kekeliruan yang terjadi.

"Olehnya, kita bersyukur PPDB di Sulsel ini berjalan sukses. Meskipun, ada satu dua masalah tapi saya kira itu hal yang wajar. Tidak seperti dengan daerah lain yang masalahnya sangat berat," ujar Amran.

Anggota Fraksi PAN DPR RI itu pun menyarankan agar ke depan Disdik Sulsel memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat ihwal sistem baru ini. Sebab, menurut Amran, sistem zonasi yang diterapkan Kemendikbud sudah baik dalam meminimalisir diskriminasi di dunia pendidikan.

Halaman
12
Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help