Kadar RON yang Tinggi Sangat Mempengaruhi Mesin Kendaraan

Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat mempengaruhi kualitas mesin kendaraan.

Kadar RON yang Tinggi Sangat Mempengaruhi Mesin Kendaraan
Muh Azis Albar/TribunEnrekang.com
SPBU yang terletak di Jl Jenderal sudirman, Kelurahan Leoran, Kota Enrekang 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat mempengaruhi kualitas mesin kendaraan.

Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dari beberapa jenis BBM.

Pengguna BBM cerdas, pastinya telah Mengetahui jumlah oktan yang ada pada setiap jenis bahan bakar yang digunakan oleh kendaraan.

Penggunaan bahan bakar dengan ron tinggi menurut beberapa komunitas otomotif, mengaku lebih senang menggunakan bahan bakar dengan oktan minimal 92.

“Ini merupakan anjuran produsen otomotif, untuk menggunakan bahan bakar dengan kadar ron 92,” kata Budi, ketua umum Terios Rush Club Indonesia, baru baru ini.

Ia mengakui, bahwa penggunaan kadar oktan pada kendaraannya telah dirasakan adanya perbedaan.

“Kami sudah rasakan sendiri perbedaan antara BBM oktan rendah dan tinggi,” ujarnya.

Ada beberapa keuntungan yang didapatkan para pengendara ketika memakai ron 92.

Salah satu yang merasakan keuntungannya adalah Riswan, seorang wiraswasta yang sehari harinya bekerja menggunakan kendaraan roda dua dengan jarak tempuh antara rumahnya dengan kantor terbilang jauh, 20 kilometer.

Riswan mengaku RON 92 ternyata lebih irit dari jenis BBM dengan kadar ron di bawah 92.

“Saya pakai RON 92, karena saya sudah pernah kalkulasi, ternyata kalau pakai pertamax (RON 92), bahan bakar saya lebih lama habis,” kata Riswan.

Beberapa hal yang seharusnya diketahui oleh publik mengenai produk dari bbm RON 92 adalah sebagai berikut:

1) akan mengurangi pembentukan karat pada komponen yang dilalui bahan bakar,

2) akan membersihkan mesin dari kerak hasil pembakaran tidak sempurna yang disebabkan bahan bakar dengan kualitas rendah

3) RON 92 menggunakan bahan additive yang akan mengurangi emisi gas buang dan ecosave technology yang akan membuatnya tetap ramah terhadap lingkungan. (*)

Editor: Sakinah Sudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help