Setahun Bergulir, AMPAK Desak Polda Sulsel Tuntaskan Kasus Korupsi Bimtek DPRD Enrekang

Itu lantaran kasus tersebut sudah bergulir sejak 11 Maret 2017 lalu dan telah ada tujuh tersangka yang ditetapkan.

Setahun Bergulir, AMPAK Desak Polda Sulsel Tuntaskan Kasus Korupsi Bimtek DPRD Enrekang
m azis albar/tribunenrekang.com
Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (AMPAK) Enrekang, Iswaldi 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Kasus dugaan korupsi dana Bimbingan teknis (Bimtek) DPRD Kabupaten Enrekang tahun 2014-2015 telah bergulir lebih setahun di Polda Sulsel.

Namun, hingga kini kasus yang berdasarkan audit BPK merugikan negara senilai Rp 855 juta itu, belum juga menemui titik terang.

Olehnya itu, Koordinator Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (AMPAK) Enrekang, Iswaldi mendesak Polda Sulsel untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Kasus ini sudah bergulir lebih setahun tapi seperti diam di tempat, tak ada penuntasan," kata Iswaldi kepada TribunEnrekang.com, Senin (23/7/2018).

Ia menjelaskan, seharusnya saat ini Polda Sulsel mengusut tuntas kasus dengan anggaran senilai Rp 3,6 miliar itu.

Baca: 2 Tahun Berturut-turut, Pemdes Bonto Somba Maros Diduga Korupsi Perintisan Jalan

Baca: KPK OTT Kepala Lapas Sukamiskin, Siapa Napi Korupsi yang Beri Suap?

Itu lantaran kasus tersebut sudah bergulir sejak 11 Maret 2017 lalu dan telah ada tujuh tersangka yang ditetapkan.

Namun, sejauh ini belum ada kelanjutan dan upaya pelimpahan ke tahap P21 (penahanan) ke pihak kejaksaan yang dilakukan Polda Sulsel.

"Maka dari itu kami meminta agar copot Kapolda Sulsel dan penyidik yang menangani kasus korupsi ini harus dicopot," ujarnya.

Selain itu, lanjut Iswaldi, Polda Sulsel juga harus segera menangkap, adili dan penjarakan pelaku korupsi dana bimtek DPRD Enrekang.

Serta tegakkan pasal 4 UU NO 31 THN 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan mengembalikan kerugian negara dan tidak menghapus perbuatan pidana pelaku.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help