Aliansi Peduli Ulama Indonesia Tak Akan Biarkan Alumni 212 Gelar Aksi 67 Tegakkan Keadilan

Rencananya Ormas Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan menggelar "Aksi 67 Tegakkan Keadilan", pada Jumat (6/7/2018) siang.

Aliansi Peduli Ulama Indonesia Tak Akan Biarkan Alumni 212 Gelar Aksi 67 Tegakkan Keadilan
dok.tribun-timur.com
Massa aksi 212 di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (2/12/2016). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Aliansi Peduli Ulama Indonesia yang didukung Front Penegakan Keadilan Sosial (F-PKS) meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar turun tangan mengimbau agar Ormas PA 212 tidak menggelar "Aksi 67 Tegakkan Keadilan".

Aliansi Peduli Ulama Indonesia berencana mendatangi Balai Kota untuk bertemu dengan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.

"Kami meminta Anies membujuk mereka agar tidak melakukan aksi 67 karena ada pertemuan Ulama dan Da'i Internasional," kata Koordinator aksi Aliansi Peduli Ulama Indonesia, Dullah, Rabu (4/7/2018).

Baca: Begini Sosok Nurdin Abdullah di Mata Timses dan Keluarga

Baca: Polres Selayar Imbau Keluarga Korban KM Lestari Maju Cek Barang

Selain itu, pihaknya akan mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk meminta agar aksi tersebut tidak diberikan izin demi menjaga nama baik ulama di Tanah Air.

"Terakhir adalah Polda Metro Jaya, kami mendesak agar mencabut izin aksi atau tidak memberikan izin soal aksi tersebut," tambahnya.

Ormas Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan menggelar "Aksi 67 Tegakkan Keadilan", pada Jumat (6/7/2018) siang.

Baca: Pemkab Selayar Pernah Minta Syahbandar Agar KM Lestari Maju Tak Diberi Izin, Mengapa Masih Berlayar?

Baca: Kisah Haru Kakak-Adik Selamat dari Insiden KM Lestari Maju, Berani Lompat dari Kapal Lalu Berenang

Aksi dimulai dari Masjid Istiqlal menuju kantor Kementerian Dalam Negeri dan Bareskrim Polri.

Dalam seruannya, PA 212 menuntut sejumlah hal, salah satunya menolak mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochammad Iriawan menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat.

Seruan melakukan aksi itu beberapa hari terakhir muncul di Sosial Media.

Baca: Maros Aman Hingga Rekapitulasi Suara, Ketua KPUD: Warga Sangat Dewasa

Baca: Rekap Suara Pilgub Sulsel, Polres Soppeng Turunkan 65 Personel Jaga Kantor KPU Soppeng

Adanya aksi itu, dinilai dapat mencoreng citra ulama Indonesia di mata ulama-ulama dunia yang sedang berkumpul. Sebab, sedang ada pertemuan Da'i dan Ulama Internasional bertema "Sinergi Untuk Harmoni" mulai dari 3-6 Juli 2018 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.

Aliansi Peduli Ulama Indonesia didukung Front Penegakan Keadilan Sosial (F-PKS) meminta seluruh rakyat maupun ormas menjaga marwah dan citra para ulama Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anies Baswedan Diminta Bujuk Hentikan Aksi Demo 67

Editor: Sakinah Sudin
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help