Pilgub Sulsel 2018
Begini Sosok Nurdin Abdullah di Mata Timses dan Keluarga
Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel terpilih versi sejumlah lembaga survei di Pilkada serentak pada 27 Juli 2018
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel terpilih versi sejumlah lembaga survei di Pilkada serentak pada 27 Juli 2018 ini semakin dikenal dalam kancah perpolitikan.
Setelah memenangkan pertarungan Pilgub Sulsel 2018, Nurdin Abdullah menjadi perbincangan masyarakat Sulsel bahkan nasional. Presiden RI Joko Widodo pun mengakui kemenagan Nurdin Abdullah, meski KPU Sulsel belum mengumumkan pemenang Pilgub Sulsel hingga saat ini, namun ia telah mendapat banyak ucapan selamat. Selain Jokowi ada juga dari beberapa Ketua Partai, dan kolega.
Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Nurdin Abdullah sehari setelah kemenangan itu diumumkan oleh sejumlah lembaga survei.
Ketua Timses Prof Andalan Wilayah Makassar, Yanuar Fachruddin mengatakan dalam arus perpolitikan, Nurdin menjajaki karier di Pemilukada Bantaeng 2008 lalu.
Yanuar yang juga ipar Nurdin ini tak menyangka Nurdin bisa menang, padahal saat itu pesta demokrasi di Bantaeng diiukuti oleh saudara kandung keluarga Bupati Bantaeng, Azikin Solthan.
Nurdin kata Yanuar, adalah mantan CEO sejumlah perusahaan di Jepang di Makassar maupun di Jakarta. Kini Nurdin sudah dua periode menjabat Bupati Bantaeng.
Menurutnya Nurdin suka blusukan hingga ke kampung-kampung menemui warga.
"Tak mengherankan bila mulai dari anak-anak sampai orang tua sangat dekat dan bersahabat dengan pemimpin daerahnya itu," kata Yanuar.
Selama karier politik Nurdin, Yan memperhatikan gerak -gerik Nurdin yang senantiasa ingin mencari tahu akar masalah langsung ke sumbernya. Jika sudah tahu penyebabnya, dengan cepat ia mengambil tindakan.
"Bekerja degan fokus, itulah kunci keberhasilannya," katanya.
Yang diingat oleh Yanuar saat periode pertama Nurdin di Bantaeng, yakni menegaskan pada eluruh kepala dinas agar tidak memakai sepatu mahal.
Alasannya, Nurdin tidak ingin pejabatnya tampil mewah. Selain itu, disayangkan jika sepatu mahal itu sepatunya kena lumpur karena mahal.
Selain itu, ada juga mobil dinas yang dipakai Kadis hanya Toyota Avanza, sementara Nurdin sendiri menggunakan Toyota Innova.
Untuk keperluan di luar dinas, Beliau menggunakan mobil pribadinya Crown thn 2000.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/prof-nurdin-abdullah-6_20180530_171617.jpg)