Pilwali Makassar 2018

Appi Diserang Hoaks di Masa Tenang, Ini Kata Jubir

Website Citizen Report memuat tulisan yang menyudutkan calon wali kota yang diusung 10 partai politik itu.

Appi Diserang Hoaks di Masa Tenang, Ini Kata Jubir
alfian/tribuntimur.com
Ribuan masyarakat Kota Makassar rela berdesak-desakan demi menghadiri kampanye akbar calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi di Lapangan Hertasning, Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, diserang isu hoaks yang menyebar di sejumlah grup-grup sosial media, Minggu (24/6/2018).

Website Citizen Report memuat tulisan yang menyudutkan calon wali kota yang diusung 10 partai politik itu.

Isu yang dimainkan terkait tuduhan jika Appi sapaan Munafri ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara (Jubir) Appi-Cicu, Irfan Idham, menegaskan, hal itu adalah bentuk kepanikan dari pihak yang tak menginginkan Appi-Cicu memimpin kota Makassar.

Baca: Singgung Pemkot Makassar, Appi: Janji Adalah Utang yang Harus Dituntaskan!

"Hal ini terus mereka mainkan dan kembali mereka mainkan, padahal secara tegas kami sudah konfirmasi ke KPK bahwa dokumen yang beredar itu bukan milik KPK," ujarnya saat dikonfirmasi.

Olehnya Irfan mengajak masyarak Makassar untuk lebih jeli lagi melihat kondisi.

"Apalagi di momen masa tenang ini seharusnya semua pihak menghargai dan tak membuat gaduh pesta demokrasi kita, sebab yang rugi masyarakat Makassar itu sendiri akibat adanya niat-niat buruk dari kepentingan segelintir orang," tuturnya.

Lebih lanjut Irfan pun mengungkapkan jika pihak Appi-Cicu telah mengantongi bukti-bukti penyebar berita hoaks itu.

"Kami sudah kantongi nama-nama orang yang menyebarkan dan dalam waktu dekat akan kami laporkan sebagai bentuk pelanggaran," tuturnya.(*)

Penulis: Alfian
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved