Setor Rp 800 Juta, Empat Terdakwa Korupsi APBD Sulbar Lebaran di Luar Tahanan

Setiap terdakwa korupsi APBD ini menyetor kepada pihak Pengadilan masing masing Rp 200 juta ke pihak Pengadilan.

Setor Rp 800 Juta,  Empat Terdakwa Korupsi APBD Sulbar Lebaran di Luar Tahanan
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Dua Wakil DPRD Sulbar, Munandar Wijaya dan Harun dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar, beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Terdakwa kasus dugaan korupsi penyimpangan dana APBD Sulawesi Barat dikeluarkan dari sel Rumah Tahanan (Rutan) Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Mereka adalah mantan Ketua DPRD Sulbar Anpdi Mappangara, serta tiga mantan Wakil Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan, Munandar Wijaya dan Harun.

Keempat unsur pimpinan DPRD Sulbar ini dialihkan status penahananya oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mamuju dari sel rutan menjadi tahanan kota, lantaran ada jaminan dari keluarga terdakwa.

Jaminannya berupa uang sebesar Rp 800 juta.

Baca: Empat Terdakwa Korupsi Lebaran di Luar, ACC Minta KPK Awasi Sidang Mantan Pimpinan DPRD Sulbar

Setiap terdakwa korupsi APBD ini menyetor kepada pihak Pengadilan masing masing Rp 200 juta ke pihak Pengadilan.

"Benar ada pengalihan penahanan dari sel tananan rutan ke tahanan kota," kata Kepala Seksi bidang Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Mamuju, Cahyadi Sabri kepada Tribun.

Cahyadi juga membenarkan adanya setoran kepada pihak kepada pengadilan, sebagai jaminan selama mereka di luar tahanan.

"Iya ada jaminan Rp 200 juta per orang total seluruhnya 800 juta," tuturnya.

Penangguhan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Baca: Bebaskan 4 Terdakwa DPRD Sulbar, CLAT Minta Komisi Yudisial Periksa Hakim Tipikor Mamuju

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved