Home »

Bone

Ini Identitas 2 Warga Ajangpulu Bone yang Tewas Diparangi Pengidap Gangguan Jiwa

Sementara korban Amin meninggal dengan luka terbuka pada bagian lengan, persendihan lutut dan kepala.

Ini Identitas 2 Warga Ajangpulu Bone yang Tewas Diparangi Pengidap Gangguan Jiwa
justang m/tribunbone.com
Pelaku diketahui bernama lengkap Layatang Bin Baba (48), diketahui sejak lama mengidap penyakit gangguan jiwa diamankan pihak kepolisian sektor Cina. 

Laporan Wartawan TribunBone.com, Justang Muh

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Warga Desa Ajangpulu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan amukan pelaku yang diduga mengidap gangguan jiwa, Senin (11/6/2018) pagi.

Pelaku diketahui bernama  Layatang Bin Baba (48). Ia diketahui sejak lama mengidap penyakit gangguan jiwa.

Pelaku mengamuk dengan menggunakan parang dan melukai tiga warga di desa yang berjarak 20 kilometer arah Selatan dari Kota Watampone. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang menjadi korban.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Dharma Praditya Negara usai melakukan pendataan menuturkan dua dari tiga orang menjadi korban tersebut tewas seketika di lokasi kejadian.

Baca: BREAKING NEWS: Penderita Gangguan Jiwa Ngamuk, 2 Warga Tewas Kena Sabetan Parang di Ajangpulu Bone

Baca: Tiga Warga Sinjai Tewas di Jalan Selama Ramadan

"Penganiayaan dengan menggunakan parang mengakibatkan ada dua orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara dan satu orang di rujuk ke Rumah Sakit," kata AKP Dharma Praditya Negara kepada tribunbone.com, baru-baru saja.

Korban meninggal dunia atas nama Hanna binti Baba (62), warga setempat dan Muh Amin (44), perangkat desa setempat.

Sementara korban luka atas nama Rajatang binti Baba (43), kini dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone.

Dikatakan, korban Hanna meninggal dengan luka terbuka pada bagian perut keluar dan kepala, sementara korban Amin meninggal dengan luka terbuka pada bagian lengan, persendihan lutut dan kepala.(*)

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help