Mundur Sebelum Dicopot, Ini Kata Camat Ujung Pandang

Zulkifli mengaku bingung alasan ia dinonaktifkan, apalagi ia merasa selama ini telah bekerja sesuai aturan.

Mundur Sebelum Dicopot, Ini Kata Camat Ujung Pandang
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto melantik empat pejabat eselon III lingkup Pemerintah kota Makassar di Baruga Anging Mammiri, Rujab Wali Kota Makassar, Jumat (8/5/2018). Keempat pejabat yang dilantik adalah H Abd Rasyid menempati posisi Kabag Keuangan Setda kota Makassar, Taslim Rasyid dilantik sebagai Sekretaris BPKAD Makassar, Sulyadi Perdana Supomo Guntur menjabat Sekcam Rappocini, dan Ismail Abdullah dilantik sebagai Kabid Penertiban Bangunan dan Ruang Dinas Penataan Ruang Makassar. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Danny Pomanto bersikap tegas dengan menonaktifkan 15 camatnya sekaligus, Jumat (8/6/2018).

Para camat tersebut akan diganti sementara oleh para sekertaris kecamatan. Mereka harus menunggu hingga bulan depan terkait statusnya, apakah diaktifkan kembali, atau diganti secara permanen.

Meski demikian, lima camat telah terlebih dahulu menyatakan mengundurkan diri sebelum dinonaktifkan, yakni camat Makassar, Camat Biringkanaya, Camat Ujung Pandang, Camat Tallo, dan Camat Mariso.

Camat Ujung Pandang, Zulkifli Nanda menyatakan telah pasrah dengan keputusan wali kota ini.

Ia menyerahkan semuanya ke tangan Danny Pomanto, apakah kelak masih membutuhkan tenaganya, atau dilepas.

"Saya sudah ikhlaskan saja, terserah pak wali apakah mau memakai saya atau tidak, intinya saya sudah ikhlaskan," kata Zulkifli kepada Tribun Timur.

"Tidak ada alasan kenapa mengundurkan diri, cuma memang saya memilih bersurat untuk mundur. Kan kita mau dinonaktifkan jadi terima saja apa yang menjadi kemauan pimpinan, itu kan haknya dia. Jadi sebagai pamong praja kita siap ditempatkan di mana saja, apakah itu ada jabatan atau tidak ada," smabung Zulkifli.

Zulkifli mengaku bingung alasan ia dinonaktifkan, apalagi ia merasa selama ini telah bekerja sesuai aturan.

"Saya bingung kenapa saya dinonaktifkan, tapi kalau saya dengar dan baca dari sosmed, mungkin karena permasalahan hukum di Polda, tetapi yah apapun alasannya saya terima saja karena itu haknya wali kota. Penilaian adalah hak pimpinan, terserah dia mau nilai kinerja saya seperti apa, yang jelas saya bekerja sesuai aturan," kata dia.

Lanjut Zulkifli, saat mendapat kabar dari Danny Pomanti bahwa semua camat akan dinonaktifkan, ia memilih mengajukan surat pengundirna diri, lalu mengemaai semua barang-barangnya.

"Saya ajukan surat pengunduran diri, sudah agak lama. Setelah itu saya sibuk benahi barang-barang di kantor. Semenjak ada pernyataan pak wali akan menonaktifkan, ya sudah kami bereskan semua," tukasnya.

"Barang sudah kami bereskan karena walaupun non aktif dan katanya masih bisa diaktifkan, tapi kami susah merasa tidak bisa lagi. Saya sudah angkat barang, administrasi semua sudah saya selesaikan, saya sampaikan ke sekcam untuk melanjutkan semua program terutama yang bersifat administrasi dan teknis silahkan dilanjutkan. Kita tak tahu apa yang terjadi ke depan yang jelas kita iklaskan saja," pungkasnya.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help