Refleksi Ramadan

REFLEKSI RAMADAN (18): Puasa Cuma 10 Jam, Tapi Suhu 25 Derajat, Salju Setebal 1 M

Imsak mulai pukul tujuh pagi, buka jam lima sore. Tapi ketebalan salju bisa mencapai satu meter sekali hujan

REFLEKSI RAMADAN (18): Puasa Cuma 10 Jam, Tapi Suhu 25 Derajat, Salju Setebal 1 M
dok.tribun
Wahyuddin Halim 

Oleh 

Wahyuddin Halim, Antropolog Agama UINAM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menjalani bulan Ramadan di negeri di mana kaum Muslim adalah minoritas punya tantangan dan kesan tersendiri.

Selama kuliah pascasarjana di tiga negara Barat, saya tetap dapat menjalankan ritual Ramadan dengan baik. 

Di sini dan edisi berikutnya, saya menuliskan secara ringkas kesan Ramadan di tiga negara itu. Saya awali dengan Kanada.

Kesan pertama berkaitan dengan durasi berpuasa.

Saya bersyukur, saat kuliah S2 pertama di Kanada, Ramadan kebetulan bertepatan dengan musim dingin di belahan bumi utara. Makanya, waktu berpuasa sedikit lebih pendek daripada di Indonesia. Waktu imsak jatuh pada sekisar jam tujuh pagi dan berbuka jam lima sore.

Kampus saya, Universitas Dalhousie, terletak di kota kecil Halifax, ibukota provinsi Nova Scotia.

Provinsi paling timur Kanada ini berbatasan dengan Lautan Atlantik, dekat lokasi tenggelamnya kapal Titanic. Di musim dingin, cuaca bisa turun hingga minus 25 derajat Celcius. Ketebalan salju bisa mencapai lebih satu meter dalam sekali hujan salju.

Saat di sana pada 1999-2001, jumlah warga Muslim di Halifax hanya sekitar 4.000-an. Pada periode yang sama, di seluruh Kanada, baru ada sekitar setengah juta Muslim.

Halaman
12
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help