Gegara Ustadz Abdul Somad Tak Direkomendasikan, Lihat Apa Terjadi di Akun Kementerian Agama
"Sebab Kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat. Karena saya penuh sampai April 2020," tulis Abdul Somad.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) baru saja melansir daftar 200 penceramah atau mubalig di Indonesia yang direkomendasikan pihaknya.
Melalui daftar tersebut masyarakat bakal semakin mudah memilih mubalig yang dibutuhkan untuk mengisi acara keagamaan Islam, mengingat sekarang forum pengajian dan majelis taklim semakin menjamur.
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin sebagaimana dilansir melalui laman Kemenag.go.id, mengatakan, Kemenang selama ini sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat.
Permintaan tersebut pun terus meningkat.
"Sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, Jumat (18/5/2018).
Daftar mubalig yang direkomendasikan dapat dilihat di sini > DAFTAR MUBALIG DI INDONESIA
Lalu, apa kriteria Kemenag RI dalam memilih mubalig yang direkomendasikan?
Kenapa ada mubalig tertentu tak direkomendasikan.
Kemenag menyebut, ada 3 kriteria untuk merekomendasikan mubalig,
Pertama, mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni.
Kedua, memiliki reputasi yang baik.
Ketiga, berkomitmen kebangsaan yang tinggi.
Dalam daftar tersebut, selain tertera nama lengkap mubalig, juga disertai gelar akademiknya, jenjang pendidikan terakhir, hingga penguasaan bahasa asing.
Menurut Lukman, daftar 200 mubalig tersebut bukanlah daftar akhir sehingga jumlahnya kemungkinan akan bertambah.
"Namun, para mubalig yang belum masuk dalam daftar ini, bukan berarti tidak memenuhi 3 kriteria tersebut,” kata Lukman.