Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tidak Shalat Tarawih, Apakah Puasa Kita Juga Tidak Sah atau Amalnya Tak Diterima? Baca Penjelasannya

Terkait dengan salat tarawih, mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah puasa Ramadan tidak sah tanpa salat tarawih?

Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Jamaah mendengarkan ceramah salat tarawih di Masjid Muhammad Cheng Hoo, Jalan Danau Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (16/5/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Puasa Ramadan 1439 H dimulai pada Kamis (17/5/2018) besok atau 1 Ramadan 1439 H.

Pada Rabu (16/5/2018) malam ini, umat Islam yang akan menunaikan ibadah puasa berbondong-bondong ke masjid atau musala untuk menunaikan ibadah salat tarawih.

Lazimnya, pada malam pertama Ramadan, saf di masjid atau musala pun penuh sesak.

Banyak yang menunaikan salat tarawih seraya berharap mendapatkan keutamaan Ramadan.

Terkait dengan salat tarawih, mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah puasa Ramadan tidak sah tanpa salat tarawih?

Dikutip dari laman Konsultasisyariah.com, salat tarawih hukumnya tidak wajib.

Sebagaimana salat malam lainnya, hukumnya tidak wajib. 

Pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, salat tarawih berjamaah hanya dikerjakan selama 3 malam.

Abu Dzar menceritakan,

صُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ، فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْهُ، حَتَّى بَقِيَ سَبْعُ لَيَالٍ، فَقَامَ بِنَا لَيْلَةَ السَّابِعَةِ حَتَّى مَضَى نَحْوٌ مِنْ ثُلُثِ اللَّيْلِ، ثُمَّ كَانَتِ اللَّيْلَةُ السَّادِسَةُ الَّتِي تَلِيهَا، فَلَمْ يَقُمْهَا، حَتَّى كَانَتِ الْخَامِسَةُ الَّتِي تَلِيهَا، ثُمَّ قَامَ بِنَا حَتَّى مَضَى نَحْوٌ مِنْ شَطْرِ اللَّيْلِ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا بَقِيَّةَ لَيْلَتِنَا هَذِهِ. فَقَالَ: «إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَإِنَّهُ يَعْدِلُ قِيَامَ لَيْلَةٍ» ثُمَّ كَانَتِ الرَّابِعَةُ الَّتِي تَلِيهَا، فَلَمْ يَقُمْهَا، حَتَّى كَانَتِ الثَّالِثَةُ الَّتِي تَلِيهَا، قَالَ: فَجَمَعَ نِسَاءَهُ وَأَهْلَهُ وَاجْتَمَعَ النَّاسُ، قَالَ: فَقَامَ بِنَا حَتَّى خَشِينَا أَنْ يَفُوتَنَا الْفَلَاحُ، قَالَ: ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْ بَقِيَّةِ الشَّهْرِ

Kami berpuasa bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan Ramadan.

Beliau tidak pernah mengimami salat malam sama sekali, hingga Ramadan tinggal 7 hari.

Pada H-7 beliau mengimami kami salat malam, hingga berlalu sepertiga malam.

Kemudian pada H-6, beliau tidak mengimami kami.

Hingga pada malam H-5, beliau mengimami kami shalat malam hingga berlalu setengah malam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved