PP IMDI Parepare Usulkan Bahaya Terorisme Jadi Mata Kuliah

Data ini, kata Saddang menjadi warning penyelenggara pendidikan, bahwa ternyata kebebasan akademik menimbulkan persoalan baru.

PP IMDI Parepare Usulkan Bahaya Terorisme Jadi Mata Kuliah
mulyadi/tribunparepare.com
Wakil Ketua PP IMDI, Saddang Bakri

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa DDI (PP IMDI) Parepare usulkan bahaya terorisme masuk menjadi salah satu mata kuliah di Perguruan Tinggi (PT).

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua PP IMDI, Saddang Bakri, Selasa (15/5/2018).

"Kami menyarankan agar pemerintah memasukkan bahaya terorisme sebagai mata kuliah dasar di semua perguruan tinggi," katanya.
Saddang mengungkapkan, rentetan aksi teror bom ini merupakan puncak dari doktrinasi paham radikalisme. Bahwa hampir semua hasil lembaga survey menunjukkan bahwa perkembangan penyebaran paham radikalisme di lembaga pendidikan cukup tinggi.

"Terakhir hasil survey dari PPIM UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta menyebutkan bahwa 37,71% responden setuju bahwa pemahaman tentang aksi teror bom bunuh diri merupakan jihad islam. Sampel nya diambil dari 264 guru, 58 dosen, 1522 siswa, 337 Mahasiswa yg tersebar di 34 Provinsi dan 68 Kab/Kota,"ungkapnya.

Data ini, kata Saddang menjadi warning penyelenggara pendidikan, bahwa ternyata kebebasan akademik menimbulkan persoalan baru.

"Ini tentunya diperparah oleh mudahnya akses internet bagi setiap peserta didik yang menjadi media penyebaran paham radikalisme," jelas Saddang.

Menurutnya, jangankan yang minim pemahaman tentang Islam yang benar, orang yang sudah punya pengetahuan pun masih dapat goyah. Jika hal ini, tidak mendapatkan perhatian khusus, maka ancaman teror akan terus megintai kita di masa-masa akan datang.

PP IMDI pun mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bijak dalam menanggapi aksi teror di tiga gereja ini dengan tidak ikut memposting hal-hal yang berbau propaganda di media sosial. Mari percayakan kepada aparat untuk mengusut tuntas kasus ini,"tandasnya.

Penulis: Mulyadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help