Terapkan Smart City, LP2M Unhas Undang Bupati Indah Pembicara Seminar

Penerapan smart city di Luwu Utara juga terinspirasi dari hasil Studi Indonesia Smart Nation Indeks pada tahun 2016.

Terapkan Smart City, LP2M Unhas Undang Bupati Indah Pembicara Seminar
handover
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, jadi pembicara di Seminar Nasional Penerapan dan Pengambangan Smart City di Gedung Pertemuan Ilmiah Universitas Hasanuddin Makassar, Sabtu (14/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, tampil sebagai pembicara utama pada Seminar Nasional Penerapan dan Pengembangan Smart City di Gedung Pertemuan Ilmiah Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sabtu (14/4/2018).

Seminar digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unhas Makassar. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Luwu Utara, Arief R Palallo mengatakan LP2M Unhas memandang pemerintah daerah komitmen mengimplementasikan terwujudnya smart city di Luwu Utara.

"Itulah kenapa ibu bupati diundang khusus LP2M menjadi keynote speaker di seminar nasional ini,” katanya daam rilis yang diterima TribunLutra.com, Minggu (15/4/2018).

Menurut Arief, bupati dalam pemaparannya di hadapan mahasiswa, peneliti, Kominfo, Bappeda, DP2KUKM, dan Balitbang menyebut konsep smart city di Luwu Utara tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi konsep ini sudah ada di benak Indah ketika masih menjadi wakil bupati pada 2011.

Baca: Mahasiswa Ilmu Sejarah Unhas Gelar Seminar Budaya di Soppeng, Ini Temanya

Baca: Jabatan Gubernur Sulsel Berakhir, Bupati Indah Katakan Ini ke SYL

“Jadi konsep smart city sudah beliau pikirkan sejak 2011, ketika ibu masih jadi wakil bupati. Jadi tidak langsung ujuk-ujuk ada,” katanya.

Arief menambahkan, penerapan smart city di Luwu Utara juga terinspirasi dari hasil Studi Indonesia Smart Nation Indeks pada tahun 2016.

Dimana hasil studi ini menempatkan Luwu Utara sebagai peraih penghargaan Indonesia Smart Award 2016 kategori kabupaten kecil dari aspek Smart Readiness Index dan Smart Region Index yang dilaksanakan Citiasia Center for Smart Nation (CCSN) derta diperkuat dengan adanya beberapa penghargaan di bidang IT lainnya.

“Jadi kita tidak ikut-ikutan daerah lain dalam penerapan smart city. Jauh sebelum daerah lain menerapkannya, Luwu Utara sudah siap dalam penerapan ICT pada 2011," katanya.

"Diperkuat dengan adanya beberapa penghargaan di bidang IT lainnya sebelum sampai kepada penghargaan Indonesia Smart Award kategori kabupaten kecil pada 2016. Pemda Luwu Utara sudah on the right track sebelum kita resmi menerapkannya pada 2017," lanjutnya.

Hal lain yang menjadi upaya pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan smart city di Luwu Utara adalah dengan menambah anggaran IT serta membangun infrastruktur telekomunikasi di setiap kecamatan termasuk di wilayah terpencil.

“Ada beberapa langkah penunjang yang sudah kita lakukan, seperti peningkatan anggaran IT dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi termasuk di wilayah terpencil,” tuturnya.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help