CITIZEN REPORTER

Siswa SMA Athirah Observasi Desa di Tompobulu Bantaeng

Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti pembukaan observasi desa (village observation) di Kantor Desa Bonto-Bontoa

Siswa SMA Athirah Observasi Desa di Tompobulu Bantaeng
CITIZEN REPORTER
Sejumlah siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti pembukaan observasi desa (village observation) di Kantor Desa Bonto-Bontoa, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/4/2018). 

Ilmaddin Husain
Guru SMA Islam Athirah
Melaporkan dari Bantaeng

TRIBUN-TIMUR.COM-Sejumlah siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti pembukaan observasi desa (village observation) di Kantor Desa Bonto-Bontoa, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (7/4/2018).

Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, hadir Kepala Desa Bonto-Bontoa M Ridwan, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Ibnu Hajar SPd, Ketua Panitia Sumardi Uddin SPdI MPdI, Wakasek Kesiswaan SMA Islam Athirah Bukit Baruga Wardah SPd, dan babinkamtibmas.

Kepala Desa Bonto-Bontoa M Ridwan saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan para siswa SMA Athirah di Desa Bonto-Bontoa.

"Insya Allah, saya akan menjaga keamanan para siswa. Setelah pulang dari desa ini, saya ingin para siswa membawa nama harum Bonto-Bontoa," kata kepala desa yang baru menjabat 2 bulan lebih.

Kegiatan yang diikuti siswa-siswi kelas X ini bertajuk "Kembali ke Desa Belajar Kemandirian. Observasi desa digelar dengan tujuan agar siswa dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan mengasah kepekaan sosial.

Selain itu, agar siswa toleran terhadap kondisi masyarakat, mengasah kemampuan adaptasi, dan menanamkan nilai kemandirian.

Adapun beberapa kegiatan siswa antara lain shalat 5 waktu secara berjamaah, menulis jurnal harian, olahraga pagi, dan beraktivitas dengan orang tua angkat.

Di samping itu, siswa akan mengikuti lomba olahraga, mengajar anak-anak tadarus Alquran, kerja bakti, outbond, dan lomba keagamaan.

Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga Ibnu Hajar SPd mengatakan, melalui kegiatan observasi desa, pihaknya berharap siswa dapat memiliki keterampilan.

"Saya harap, antara lain para siswa tahu bagaimana rasanya berkebun. Kami berharap, anak-anak kami sejumlah 115 bisa dibimbing," ujarnya.(*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved