Laki-laki Rawan Terkena Usus Turun, Ini Penjelasan Dokter

Penyebabnya bisa karena kelainan bawaan dan bisa juga akibat tekanan tinggi dalam rongga perut yang berlangsung lama.

Laki-laki Rawan Terkena Usus Turun, Ini Penjelasan Dokter
Wavebreakmedia Ltd
Ilustrasi pria kurang enak badan (Wavebreakmedia Ltd) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Hernia atau yang biasa disebut usus turun adalah penonjolan dari isi dalam perut (biasanya usus) ke dinding perut yang lemah.

Inguinal (istilah medis) atau groin atau lipatan paha adalah lokasi tubuh antara perut dan paha. Jadi, hernia inguinal adalah hernia yang terjadi di lipatan paha.

Hernia inguinal merupakan jenis hernia yang terbanyak dari seluruh jenis hernia yang ada dan lebih banyak dialami oleh laki-laki dibandingkan wanita.

Penyebabnya bisa karena kelainan bawaan (yang dialami sejak lahir) dan bisa juga akibat tekanan tinggi dalam rongga perut yang berlangsung lama.

Rekaman tersebut seperti batuk atau bersin yang kronis, sering mengedan saat buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK), dan mengangkat barang berat.

Gejala-gejala yang timbul antara lain nyeri dan tidak nyaman di lipatan paha, benjolan yang hilang timbul di lipatan paha (hilang bila berbaring dan timbul bila berdiri/mengedan).

Dan kadang-kadang disertai dengan keluhan lain yang merupakan penyebabnya seperti batuk kronis (penyakit paru-paru), susah BAB (konstipasi), dan susah BAK (penyakit pembesaran prostat pada laki-laki usia tua).

"Kelainan tersebut sebaiknya ditangani segera dengan pembedahan karena dapat menimbulkan komplikasi yang serius," kata dokter spesialis Bedah Umum di Siloam Hospitals Makassar, dr Widjoyo SpB.

Komplikasi yang dapat terjadi adalah terjepitnya usus ke dalam kantung hernia sehingga tidak dapat kembali ke dalam rongga perut.

Hal tersebut akan menimbulkan keluhan nyeri hebat di lipatan paha, adanya benjolan di lipatan paha yang bila disentuh terasa nyeri dan bila dicoba didorong masuk isi benjolan tersebut sudah tidak dapat lagi masuk, perut menjadi kembung, tidak bisa BAB, dan muntah.

Bila keadaan ini berlanjut dan tidak tertangani segera akan menyebabkan usus menjadi hitam/mati (nekrosis) dan akan menimbulkan kebocoran usus (perforasi). Sehingga kotoran dari dalam usus keluar dan akan menyebabkan infeksi di dalam rongga perut (peritonitis).

"Adanya peritonitis ini akan berlanjut menjadi sepsis (infeksi di seluruh tubuh) dan dapat menimbulkan kematian," terbang dr Widjoyo.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help