Sidang Tuntutan Pembunuh Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah Makassar Ditunda, Ini Alasannya

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar menunda persidangan yang mendudukan dua terdakwa, Syahrul (22), dan Irwan (22)

Sidang Tuntutan Pembunuh Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah Makassar Ditunda, Ini Alasannya
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Dua pelaku penikaman kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Makassar dihadirkan dalam rilis yang dilaksanakan di Mapolrestabes, Makassar, Rabu (3/10/17). Pelaku penikaman kader IPM Kota Makassar, Muh Aslan Syah di Jalan Datu Ribandang, Senin (2/10/2017) lalu, berhasil ditangkap oleh Gabungan anggota Reskrim Polrestabes Makassar bersama anggota Polsek Tallo. Identitas kedua pelaku penikaman yang berujung maut itu adalah Syahrul (20) dan Irwan alias Iwan (22). Keduanya ditangkap di tempat terpisah. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa kasus dugaan pembunuhan kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) kota Makassar, Muh Aslan, batal digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (08/02/2018).

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar menunda persidangan yang mendudukan dua terdakwa, Syahrul (22), dan Irwan (22), hingga Kamis pekan depan dengan agenda yang sama.

"Sidangnya ditunda karena majelis hakimnya yang menyidangkan perkara tidak lengkap," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rizal kepada Tribun.

Rizal mengaku sudah membacakan tuntutan dalam perkara ini. 

Penundaan sidang merupakan yang kedua kalinya, setelah pekan lalu juga batal digelar.

Sebelumnya, dalam sidang pemeriksaan terdakwa, Syahrul dan Irwan mengakui perbuatanya di hadapan Majelis Hakim.

"Saya menyesal pak," kata kedua terdakwa sembari menundukan kepalanya.

Syahrul dalam perkara ini adalah pelaku utama, sementara peran Irwan membonceng pelaku. Mereka nekad melakukan penikaman terhadap Muh. Aslan, hanya karena persoalan dendam.

Ia menduga korban tersebut ikut dalam pengeroyokan dirinya sejak 2017, dua bulan sebelum penikaman terjadi. Pelaku menikam korban di Jl Datu Ri Patimang, Makassar menggunakan badik.

Awalnya, Syahrul bersama Irwan alias Iwan naik motor. Saat ketemu di jalan, pelaku langsung menghampiri korban, lalu mengeluarkan badik dan menikam korban.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help