Begini Perjalanan Kasus Sengketa Lahan Berujung Eksekusi 14 Rumah di Jeneponto

Upaya yang dilakukan tergugat untuk tetap bertahan di atas lahan yang sengketa itu pun berlanjut hingga ke Mahkama Agung.

Begini Perjalanan Kasus Sengketa Lahan Berujung Eksekusi 14 Rumah di Jeneponto
muslimin/tribunjeneponto.com
Proses eksekusi lahan pemukiman warga di Kampung Batusaraung, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, berhasil dilaksanakan pihak Pengadilan Negeri Jeneponto, Kamis (08/03/2018) siang. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Proses eksekusi lahan pemukiman warga di Kampung Batusaraung, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, berhasil dilaksanakan pihak Pengadilan Negeri Jeneponto, Kamis (08/03/2018) siang.

Pengadilan Negeri Jeneponto memutuskan penggugat satu bernama Haja Fatma Ugi istri almarhum Abd Karim Sewang dan penggugat dua Saban Sese bin Abd Karim Sewang, berhak atas kepemilikan lahan 2,74 hektar di kampung Batusaraung.

Lahan 2,47 hektar itu didiami 14 bangunan rumah warga setempat sejak puluhan tahun silam.

"Adami 40 tahun itu ditinggali pak, 21 tahunki tinggal adami nabeli sawah di belakang rumah, bukan lahan yang ditinggali, sawahji nabeli itu Saban (penggugat)," kata warga yang rumahnya tergusur, Rosdiana.

Ketua Pengadilan Negeri Jeneponto Sunaryanto, menuturkan jika proses eksekusi yang dilakukan telah menempuh jalur hukum yang panjang antara penggugat dan tergugat.

"Perkara tahun 2008, PN Jeneponto sudah diputus tahun 2009, ini putusannya mengabulkan gugatan penggugat. Kemudian pihak tergugat mengajukan banding dan putusan bandingnya di tolak atau mengauatkan putusan PN Jeneponto," kata Sunaryanto ditemui di lokasi.

Upaya yang dilakukan tergugat untuk tetap bertahan di atas lahan yang sengketa itu pun berlanjut hingga ke Mahkama Agung.

"Kemudian dari putusan banding pihak tergugat mengajukan lagi kasasi dan di putusan kasasinya tetap menguatkan putusan PN Jeneponto," ujar Sunaryanto.

Tidak sampai disitu, para tergugat pun mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkama Agung atas putusan kasasi yang dimenguatkan putusan Pengadilan Negeri Jeneponto.

"Setelah ada putusan kasasi kemudian pihak tergugat mengajukan peninjauan kembali, dan putusan peninjauan kembali itu tetap ditolak permohonannya," tuturnya.

Ada pun nama-nama tergugat masing-masing, I Arungloe, Sukir, Baha, Saukang Dg Moli, Daeng Ngangki, Indira Makka, Abuhari Liwang, Nasir Dg Boya, Hafifah Ti'no, M Dg Nappu, Sari Bulaeng Intang, Tona Mancing, Nurdin, Masau dan Mansyur.

Nama-nama tergugat dan penggugat itu tercantum dalam Penetepan Nomor 1/Pen.Eks/2018/PN.Jnp yang ditetapkan 19 Januari 2018.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved