TribunTimur/

Ikatan Mahasiswa DDI Rayakan Harlah Ke-48, Mengapa IMDI Diminta Lestarikan Barzanji?

Hadir dan ikut membaca barzanji Sekjen PB DDI 2013 Dr Kaswad Sartono, Ketua DDI Makassar KH Kasim Rajab, Ketua Lembaga Tarbiyah DDI Saiful Jihad MA

Ikatan Mahasiswa DDI Rayakan Harlah Ke-48, Mengapa IMDI Diminta Lestarikan Barzanji?
dok.tribun
Pengurus PB DDI dan IMDI merayakan Harlah IMDI ke-48 di Sekretariat PB DDI, Jl Nuri, Makassar, Selasa (10/10/2017) malam. 
Ikbal Syihab-IMDI

M Ikbal Syihab
Pengurus IMDI Makassar
Melaporkan dari Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ikatan mahasiwa Darud Da'wah Wal-irsyad (IMDI) Cabang Kota Makassar memeringari Hari Lahir (Harlah) IMDI Ke-48, Selasa (10/10/2017) malam.

Acara diawali pembacaan Barazanji dilanjutkan dialog dengan Tema “Kader Bangsa Meneguhkan Aswaja”.

Dalam harlah tersebut turut hadir Sekjen PB DDI 2013 Dr Kaswad Sartono, Ketua PD DDI Kota Makassar KH Kasim Rajab, Ketua Lembaga Tarbiyah DDI Saiful Jihad MA, Wakil Ketua PP IMDI 2013-2017 Muhammad Amin, Dewan penasehat IMDI Suherman Kasim , dan puluhan kader IMDI se-Kota Makassar.

Ketua Cabang IMDI Makassar, Suardi Hudin, mengatakan, kader bangsa merupakan pengejawantahan dari tujuan kaderisasi IMDI.

“Kader IMDI bukan hanya kader yang mampu menjadi pembela organisasi saja, tapi harus menjadi pembela agama bangsa dan negara,” tegas Suardi.

Lalu mengapa harus meneguhkan nilai Aswaja? Menurut Suardi, itu mutlak karena dalam menjadi kader bangsa tidak boleh melupakan nilai-nulai keagamaan yang penuh cinta dan rahmah.

Saiful menjelaskan, mahasiswa sudah selayaknya menjaga dan mengembangkan tradisi-tradisi lokal yang sudah banyak ditinggalkan oleh beberapa lembaga kemahasiswaan.

“IMDI harus melakukan lomba barazanji karena ini budaya, IMDI harus menjaganya sebagai generasi intelegensia. Al-Barzanji atau Berzanji adalah rangkaian doa dan puji-pujian serta penceritaan riwayat Nabi Muhammad SAW yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada,” jelas Saiful.

Saiful menjelaskan, isi barzanji bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW yakni silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga diangkat menjadi rasul. Didalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help