Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Makassar 2018

Hanura Makassar Coret Ponakan IAS, Ini Penyebabnya

Ia merupakan keponakan mantan Wali Kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Penulis: Abdul Azis | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Ketua DPC Partai Hanura Makassar HM Yunus HJ 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Azis Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Makassar, HM Yunus HJ, menegaskan, Tim Desk Pilkada Hanura Makassar mencoret nama Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Makassar Andi Rachmatika Dewi (Cicu) sebagai bakal calon usungan partainya pada Pilwali Makassar 2018.

Cicu adalah Wakil Ketua DPRD Sulsel. Ia merupakan keponakan mantan Wali Kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Selain Cicu, Hanura juga mencoret dua nama kandidat usungannya di pilwali. Mereka Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Husain Abdullah atau Uceng dan mantan anggota DPRD Makassar yang juga kader Partai Golkar, Nasran Mone atau Cak Mon.

"Pak Nasran Mone dan Husain Abdullah juga kita coret. Tinggal tiga nama yang kita akan kirim ke DPD Hanura Sulsel," kata Yunus di Gedung DPRD Makassar, Senin (14/8/2017).

Tiga nama itu, lanjut Ketua Komisi B DPRD Makassar ini, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto (petahana), Munafri Arifuddin (CEO PSM) dan Andi Mustaman (mantan Sekretaris DPP PDK Sulsel era Adil Patu).

"Pak Danny Pomanto, Munafri Arifuddin dan Andi Mustaman kembalikan berkas pendaftarannya. Malam ini kita plenokan, besok dikirim ke DPD untuk fit and proper tes sebelum nama-namanya dikirim ke DPP," ungkapnya.

Mantan Ketua Fraksi Hanura DPRD Makassar tersebut menambahkan, uji kelayakan dan kepatutan oleh Tim Desk Pilkada DPD Hanura Sulsel akan dilaksanakan pada 21 Agustus nanti di DPD Hanura Sulsel.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sulsel menggelar Rapat Pleno di Hotel Singgasana, Makassar, Senin (14/8/2017).Rapat pleno ini digelar sebagai upaya menyatukan visi misi dan persepsi menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dan Pilgub Sulsel yang digelar 2018 mendatang. tribun timur/muhammad abdiwan
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sulsel menggelar Rapat Pleno di Hotel Singgasana, Makassar, Senin (14/8/2017).Rapat pleno ini digelar sebagai upaya menyatukan visi misi dan persepsi menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dan Pilgub Sulsel yang digelar 2018 mendatang. tribun timur/muhammad abdiwan (TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN)
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sulsel menggelar Rapat Pleno di Hotel Singgasana, Makassar, Senin (14/8/2017).Rapat pleno ini digelar sebagai upaya menyatukan visi misi dan persepsi menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dan Pilgub Sulsel yang digelar 2018 mendatang. tribun timur/muhammad abdiwan
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sulsel menggelar Rapat Pleno di Hotel Singgasana, Makassar, Senin (14/8/2017).Rapat pleno ini digelar sebagai upaya menyatukan visi misi dan persepsi menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dan Pilgub Sulsel yang digelar 2018 mendatang. tribun timur/muhammad abdiwan (TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN)

"Semua kandidat punya peluang sama. Tidak ada diistimewakan! Untuk apa dilakukan penjaringan kalo sudah ada yang istimewa? Jadi tidaklah," ujar HM Yunus.

Hanura mengontrol lima kursi di DPRD Makassar. Hanura butuh tambahan lima kursi untuk mengusung pasangan calon Wali Kota Makassar di KPU.(zis)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved