TribunTimur/
Home »

Lutim

Kolor Ijo Luwu Timur, Dua Kali Vonis Mati, Masuk dan Kabur dari Lapas di Hari Minggu

Sadis. Satu dari puluhan korban dibunuh pelaku. Saat beraksi, pria ini selalu mengenakan celana dalam berwarna hijau.

Kolor Ijo Luwu Timur, Dua Kali Vonis Mati, Masuk dan Kabur dari Lapas di Hari Minggu - kabur-457_20170507_204502.jpg
fahrizal/tribun-timur.com
Narapidana Lapas Klas 1 Makassar, Ikbal alias Bala (34) yang dikenal sebagai Kolor Ijo Luwu Timur, meloloskan diri dari tahanan, Minggu (7/5/2017).
Kolor Ijo Luwu Timur, Dua Kali Vonis Mati, Masuk dan Kabur dari Lapas di Hari Minggu - khairul_20160825_215807.jpg
ivan/tribunlutim.com
Ketua majelis hakim kasus Kolor Ijo, Khairul tengah), saat akan menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Ikbal alias Bala alias Kolor Ijo (33), Rabu (24/8/16).
Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar
 
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI- Narapidana Lapas Kelas 1 Makassar Ikbal alias Bala (34) yang dikenal Kolor Ijo di Luwu Timur, kabur.
 
Ikbal kabur bersama dua napi asal Jayapura: bernama Muh Tajrul Kalibaren dan Rizal Budiman alias Ical.
Informasi dari Kasat Reskrim Polres Luwu Timur Iptu Akbar Andi Malloroang, mereka kabur sekitar pukul 08.00 Wita tadi.
Ikbal narapidana hukuman mati. Sedangkan dua lainnya hukuman seumur hidup.
"Ketiganya melarikan diri setelah menggergaji besi, lalu melewati selokan dan naik di atas pos yang tidak terjaga," kata Akbar dalam pesan WhatsApp.
Teror kolor ijo di Luwu Timur terkuak sekitar Agustus 2014.
Narapidana Lapas Klas 1 Makassar, Ikbal alias Bala (34) yang dikenal sebagai Kolor Ijo Luwu Timur, meloloskan diri dari tahanan, Minggu (7/5/2017).
Narapidana Lapas Klas 1 Makassar, Ikbal alias Bala (34) yang dikenal sebagai Kolor Ijo Luwu Timur, meloloskan diri dari tahanan, Minggu (7/5/2017). (ivan/tribunlutim.com)
Sejumlah wanita lajang dan berkeluarga di beberapa kecamatan di Luwu Timur was-was akibat teror kolor ijo yang mengincar alat vital korban itu dengan cara ditusuk pisau.
Korban kolor ijo umumnya yang dirawat di RSUD I Lagaligo Jl Sangkurwira, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu.
Ikbal warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Kalaena, Luwu Timur, itu akhirnya ditangkap Polres Luwu Timur tanggal 17 November 2015.
Ketika itu, laporan yang diterima polisi, Ikbal sudah merenggut 25 korban.
 
Ikbal kemudian menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Malili, Luwu Timur, Selasa,(12/4/2016).
Dalam sidang tuntutan Selasa (16/8/2016), Ikbal dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU).
Sidang tersebut diketuai Khairul dan hakim anggota Andi Ishak dan Mahyudi.
JPU menilai kejahatan yang dilakukan Ikbal alias Bala alias Kolor Ijo masuk kategori kejahatan luar biasa atau extraordinary crime.
Dua Kali Vonis Mati
JPU menjeratnya dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 354 junto 365 tentang penganiyaan berat secara berulang-ulang, Pasal 363 tentang pencurian, serta pelanggaran UU nomor 23 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman mati.
Ikbal meminta keringanan hukuman dari tuntutan jaksa yang menuntutnya dengan hukuman mati pada sidang pembelaan atau pledoi, Selasa (23/8/2016), namun ditolak.
Akhirnya, dalam sidang vonis Rabu (24/8/2016), majelis hakim PN Malili yang diketuai Khairul menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Ikbal.
Tetapi vonis mati PN Malili dibatalkan Pengadilan Tinggi (PT) Makassar.
Senin (10/10/2016), putusan kemudian diganti vonis seumur hidup.
Di Mahkamah Agung (MA), putusan vonis seumur hidup dari PT Makassar dibatalkan.
MA menjatuhkan vonis mati terhadap Bala, Senin (27/2/2017).
Ikbal mengaku melakukan perbuatan keji itu karena sakit hati kepada wanita.
Dia masuk ke rumah warga yang tertidur pulas dengan cara mencongkel pintu atau jendela rumah.
Tujuannya menusuk kelamin wanita, tidak peduli gadis atau wanita bersuami, kemudian melarikan diri.
Sadis. Satu dari puluhan korban dibunuh pelaku.
Saat beraksi, pria ini selalu mengenakan celana dalam berwarna hijau, karena itulah dia dijuluki Kolor Ijo.
Ada yang menyebut Ikbal menuntut ilmu hitam sehingga berbuat bejat demikian.
 
Dalam berkas perkara, Iqbal terbukti melakukan pembunuhan berencana dan penganiyaan berat terhadap 23 wanita di Luwu Timur.
 
Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Luwu Raya, Andi Fatmawati Syam menilai vonis mati terhadap Kolor Ijo sudah wajar.
Andi Fatmawati mengatakan sudah sepadan dengan perlakuannya yang melukai alat vital perempuan yang juga menyebabkan satu korban meninggal dunia.
"Itu sudah sepadan, sangat sepadan. Pastinya, vonis mati itu memberikan rasa aman dan menjawab kekhawatiran perempuan di Luwu Timur," Jelas Andi Fatmawati Syam kepada TribunLutim.com.
Ikbal ditahan di Rutan Klas IIB Masamba, Kabupaten Luwu Utara.
Kemudian dipindahkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar, Minggu (18/9/2016).
Hari Minggu juga, Ikbal kabur dari Lapas. (*)
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help