TribunTimur/
Home »

Lutim

Kolor Ijo Kabur dari Lapas Klas 1 Makassar, Ini Dua Orang yang Paling Dia Cari di Luwu Timur

Padahal keluarga Balla sudah sepakat dengan pengacaranya untuk mengurus vonis mati Balla.

Kolor Ijo Kabur dari Lapas Klas 1 Makassar, Ini Dua Orang yang Paling Dia Cari di Luwu Timur
fahrizal/tribun-timur.com
Narapidana Lapas Klas 1 Makassar, Ikbal alias Bala (34) yang dikenal sebagai Kolor Ijo Luwu Timur, meloloskan diri dari tahanan, Minggu (7/5/2017). 
Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar
TRIBUNLITIM.COM, MALILI- Ikbal alias Balla (34) dikenal dengan Kolor Ijo Luwu Timur meloloskan diri dari Lapas Klas 1 Makassar, Minggu (7/5/2017).
Sebelum lolos, Ikbal curhat dengan rekannya di Lapas berinisial AL.
Ikbal dalam curhatnya menyebutkan kecewa dengan pengacaranya bernama Agus Melas dan salah seorang polisi Polres Luwu Timur.
"Balla kecewa karena awalnya divonis seumur hidup lalu divonis mati lagi," katanya dihubungi wartawan.
Padahal keluarga Balla sudah sepakat dengan pengacaranya untuk mengurus vonis mati Balla.
"Yang bikin Balla tambah kecewa karena surat vonis seumur hidup yang dia tunggu tidak pernah dia terima," ujarnya.
Lolosnya Ikbal membuat AL khawatir.
Menurut AL, Balla tidak lagi berfikir jernih dan kemungkinan akan mencari pengacara dan polisi yang ia maksud.
Terpisah, Agus Melas mengaku ditelepon AL perihal kekecewaan Balla atas vonis matinya.
Agus diberitahu bahwa Balla mencari dirinya.
"Sebelum Balla lari katanya mengeluh karena hukumannya kembali menjadi hukuman mati dari MA yang mana sebelumnya mendapat hukuman seumur hidup dari PT," kata Agus.
Ikbal kabur bersama dua narapidana asal Jayapura Papua bernama Muh Tajrul Kalibaren dan Rizal Budiman alias Ical sekitar pukul 08.00 Wita.
Ikbal kolor ijo narapidana hukuman mati sedangkan dua lainnya seumur hidup.
Ikbal dalam berkas perkaranya terbukti melakukan pembunuhan berencana dan penganiyaan berat terhadap 23 wanita di Luwu Timur.
Bahkan, dari puluhan wanita yang ditusuk alat vitalnya, seorang di antaranya tewas mengenaskan.
Kejahatan yang dilakukan Iqbal terbilang luar biasa atau extraordinary crime.
Ikbal masuk ke rumah warga yang sedang pulas dengan cara mencongkel pintu atau jendela rumah.
Tujuannya menusuk kelamin wanita, tak peduli gadis atau wanita bersuami, kemudian melarikan diri.
Polisi menangkap Ikbal pada 17 November 2015. Ia mengaku melakukan perbuatan keji itu karena sakit hati terhadap wanita. (*) 
 
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help