TribunTimur/

Kuasa Hukum Warga Barabaraya Surati Komnas HAM Hingga Panglima TNI

"Pernyataan surat tersebut telah kami kirim ke komnas HAM, DPR RI dan juga panglima TNI untuk batalkan rencana ini terhadap 28 rumah warga bara-baraya

Kuasa Hukum Warga Barabaraya Surati Komnas HAM Hingga Panglima TNI
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Wakil Direktur Internal LBH Makassar Haswandy Andi Mas 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kuasa hukum warga Barabaraya mengaku telah menyurati, DPR RI dan Komnas HAM soal rencana eksekusi 28 rumah yang akan dilakukan oleh pihak Kodam XIV Hasanuddin.

Direktur LBH Makassar Haswandy Andi yang adalah salah satu kuasa hukum mengatakan surat dikirim pertanggal 17 Maret lalu oleh para kuasa hukum yang tergabung dalam Solidaritas Untuk Warga Barabaraya.

"Pernyataan surat tersebut telah kami kirim ke komnas HAM, DPR RI dan juga panglima TNI untuk batalkan rencana ini terhadap 28 rumah warga Barabaraya," kata Haswandi, Minggu (19/3/2017).

Surat ini ditujukan kepada pihak terkait karena pihak Kodam XIV Hasanuddin dianggap melanggar akan hukum jika proses eksekusi tetap berjalan karena 28 rumah tersebut diluar dari Asrama TNI.

Baca: VIDEO: Diusir dari Asrama Barabaraya, Warga Demo

Baca: FOTO: Prajurit TNI Kosongkan Rumah di Asrama Barabaraya

Baca: Purnawirawan Barabaraya Sebut Kodam VII Wirabuana Bentuk Teror

LSM yang tergabung dalam Solidaritas, LBH, Walhi, KontraS, ACC, FIK- ORNOP, ACC, Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA), AMAN Sulsel, PPMAN, LAPAR, Solidaritas Perempuan Anging Mamiri.

Haswandi mengungkapkan, tindakan pihak Kodam XIV yang akan melakukan pengosongan terhadap 28 rumah yang berada diluar asrama TNI Bara-Barayya melawan hukum karena salah objek.

Untuk itu, surat tersebut agar mendesak Panglima TNI, ketua DPR RI dan Komnas HAM untuk segera membatalkan proses eksekusi atau pengosongan, kemudian melakukan penyelidikan atas kasus ini.

"Jika memang dilakukan maka kodam telah lawan hukum, melanggar prosedur dan tidak manusiawi juga langgar hak asasi manusia yang menempati lahan itu, tentunya kami desak itu," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, pihak Kodam XIV Hasanuddin mengosongkan puluhan rumah yang ditempati ratusan keluarga didalam areal asrama TNI Barabaraya karena alasan tanah pinjaman.

Disebutkan juga keseluruhan tanah, baik dalam asrama maupun di luar asrama adalah awalnya adalah tanah milik Alm Moedhinoeng dg Matika berdasarkan Verponding No. 2906 seluas 32.040 M².

Kemudian dikonversi menjadi Sertifikat Hak Milik No. 4 tertanggal 26 Juli 1965), tapi proses peralihan hak antara lokasi Asrama TNI dengan lokasi diluar Asrama dikuasai 28 Warga adalah berbeda.

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help