Home »

Lutim

Pemkab Daftar Varietas Lada Luwu Timur di Kementan RI

Budidaya komoditi lada petani lada di Luwu Timur menunjukkan hasil yang cukup baik.

Pemkab Daftar Varietas Lada Luwu Timur di Kementan RI
ivan/tribunlutim.com
Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understaning (MoU) antara Bupati Luwu Timur Thorig Husler dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertanian RI, Muhammad Syakir, di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur, Selasa (14/3/2017). 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Dinas Pertanian Luwu Timur mendaftarkan varietas tanaman lada Luwu Timur di Kementrian Pertanian RI.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understaning (MoU) antara Bupati Luwu Timur Thorig Husler dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertanian RI, Muhammad Syakir, di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur, Selasa (14/3/2017).

Penandatanganan disaksikan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulsel, Jeremia Limbongan, Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, Ketua DPRD sekaligus Ketua Asosiasi Petani Lada Indonesia (APLI) Luwu Timur, Amran Syam.

Bupati Luwu Timur HM Thorig Husler mengatakan, budidaya komoditi lada petani lada di Luwu Timur menunjukkan hasil yang cukup baik.

Husler menyebutkan luas areal tanaman ada di Luwu Timur mencapai 5.544,11 hektar dengan produksi mencapai 3.818,88 ton.

"Produktivitas rata-rata mencapai 1,45 ton perhektar setiap tahun dan terus mengalami peningkatan seiring perkembangan pasar," kata Husler dalam rilisnya kepada TribunLutim.com.

Baca: Gara-gara Kebun Merica, Warga Luwu Timur Tikam Tetangganya

Husler menambahkan, di pasar nasional maupun Internasional, lada Luwu Timur menempati tempat yang cukup strategis meskipun nama varietas lada Luwu Timur belum ada dalam daftar perdagangan.

"Makanya varietas lada yang telah berkembang di Luwu Timur kita harapkan dapat diakui sekaligus dilepas oleh Kementerian Pertanian sebagai salah satu varietas unggul lokal Luwu Timur," harap Husler.

Ketua APLI Luwu Timur Amran Syam mengatakan, memiliki varietas unggul yang diakui akan meningkatkan nilai investasi.

"Pengakuan varietas lada ini akan membuka keran invetasi bagi para peminat lada baik dipasar lokal maupun internasional," jelas Amran.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat-obatan Kementerian Pertanian Wiratno bakal melakukan penelitian mendalam terhadap varietas lada yang diajukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

"Jika tidak ada kesamaan dengan varietas di daerah lain, Kementerian Pertanian akan mengeluarkan rekomendasi terkait varietas yang diajukan tersebut," tuturnya.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help