Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dua Penulis Bedah Buku Arif Balla

kalimat dalam buku yang ditulis Arif Balla bisa dijadikan alternatif untuk menulis keterangan foto saat mengunggah foto di instagram

Tayang:
Penulis: Hasrul | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN TIMUR/HASRUL
Buku karya Arif Balla dengan judul Kata Kata yang Menolak Dikatakan (KYMD) kembali dibedah dalam sesi Bincang Sastra di Be Smart Coffee Jl Poros Minasa Upa Raya (Ruko G), Rabu (16/11/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Buku karya Arif Balla 'Kata Kata yang Menolak Dikatakan' kembali dibedah dalam sesi Bincang Sastra di Be Smart Coffee Jl Poros Minasa Upa Raya (Ruko G), Rabu (16/11/2016).

Buku pertama yang ditulis alumni Pendidikan Bahasa Inggris UIN Alauddin Makassar tersebut dibedah oleh Penulis Buku Semangkuk Lidah, Alfian Dippahatang dan Penulis Buku Hari Ini dan Esok, Ilham Aidil.

Dalam ulasannya Alfian mengatakan pilihan kata, kalimat dalam buku yang ditulis Arif Balla bisa dijadikan alternatif untuk menulis keterangan foto saat mengunggah foto di instagram atau media sosial lainya.

"Setelah saya baca, pilihan kata dan kalimat dalam cerpen ini menarik ibarat puisi sehingga bisa dijadikan caption foto jika kita kesulitan mencari kata untuk mengunggah foto di instagram," tutur Alfian.

Alfian juga memberikan masukan kepada penulis agar memperhatikan beberapa pilihan kata dalam menulis, harusnya konsisten jika menggunakan kata baku atau tidak seperti kata telpon dan telepon.

"Tulisan itu baiknya dibaca berulang-ulang minimal lima kali sebelum dicetak agar konsisten dalam penggunaan kata karena pembaca akan terganggu jika ada pilihan kata yang tidak konsisten," kata Alfian memberikan saran.

Kumpulan Cerpen Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa Inggris UIN Alauddin Makassar tahun 2013 tersebut ditulis sejak tahun 2011 dan beberapa telah terbit di media cetak lokal Makassar.

Buku dengan tebal 125 halaman tersebut terdiri atas 21 cerpen pada terbitan pertama dan 23 cerpen pada terbitan kedua dengan tema cinta, kritik sosial, narkoba, persahabatan dan pendidikan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved