Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

CITIZEN REPORTER

Polisi JanganIkut Anarkis

Laporan: Direktur Eksekutif Pena Melati Centre Abdul Rachmat Noer

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ina Maharani
POLISI JANGAN IKUT-IKUTAN ANARKIS

Sungguh sangat disesalkan penangan unjuk rasa mahasiswa Univ Muhammadiyah Makassar yg terjadi Senin malam (17/06). Polisi yg diharapkan menangani aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM itu berubah menjadi anarkis. Saling lempar batu antara mahasiswa dgn polisi. 

Yg paling disayangkan lg karena diduga aparat kepolisian melibatkan preman bayaran untuk menghadapi mahasiswa. Para preman itu bersama petugas intelijen polisi menghadapi aksi unjuk rasa dengan cara yg represif. Mahasiswa dipukul mundur sampai masuk dikampus. Tidak hanya itu, sarana kampus pun dirusak. Polisi telah melakukan pembiaran utk merusak fasilitas perkuliahan. Ini perbuatan biadab, perbuatan barbarian.

Kami sangat menyesalkan kejadian ini dimana polisi tlh menciptakan konflik horisontal ditengah masyarakat. Jangan dipertentangkan sesama warga sipil. Kalau polisi kewalahan menangani aksi unjuk rasa, maka itu harus menjadi pelajaran berharga bg institusi kepolisian utk lbh profesional di lapangan.

Utk itu kepada Kapolri saya mendesak sgr turun tangan mengevaluasi dan menindak anak buahnya yg diduga melanggar HAM dlm penanganan aksi unjuk rasa di Makassar. Penindakan mulai kpd petugas dilapangan sampai ke Kapolda.  Jika mahasiswa mulai anarkis, maka tidak seharusnya polisi ikut2an anarkis menangani aksi unjuk rasa yg dijamin UUD 45, yaitu kebebasan berserikat dan berkumpul.

Demikian tinjauan kami terhadap penanganan aksi unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga BBM.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved