Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Makassar

Golkar Mulai 'Galau' Kehadiran None

Golkar Mulai "Galau" Kehadiran None

Tayang:
Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR, TRIBUN -TIMUR.COM-- Wacana munculnya nama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Irman Yasin Limpo maju di Pilkada Makassar rupanya ditanggapi serius partai Golkar.

Bahkan sejumlah elit DPD I Golkar Sulsel mulai galau dengan keinginan None panggilan akrab Irman YL yang ingin bertarung di pemilukada tersebut.

"Kalau betul None maju. Maka ini akan menjadi tantangan berat buat calon kita termasuk Golkar," kata Korwil Makassar DPD I Golkar Sulsek Andi Yagkin Padjalangi, saat ditemui di kantor DPRD Sulsel, Rabu (15/5).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel itu juga tidak menampik jika adik bungsu Gubernur Sulsel Yasin Limpo tersebut memiliki kans atau peluang besar menjadi kuda hitam bagi pasangan calon lainnya termasuk paket golkar-golkar.

"Sosok Irman memang sangat populer dikalangan masyarakat. Apalagi None sudah memiliki investasi sosial yang mendukung. Juga ditunjang dengan klan Yasin Limpo," katanya.

Kendati menilai Irman bisa merepotkan Golkar di pilwalkot Makassar, Yagkin menegaskan posisi Supomo-Kadir sampai saat ini masih kuat dan potensi memenangkan pertarungan.

Dia juga yakin kader Golkar di Makassar solid mendukung pasangan ini.

Anggota DPRD Sulsel ini menambahkan, potensi suara Supomo saat ini bisa mencapai 35 persen, kendati tingkat elektabilitasnya masih dikisaran 26 persen. Kalkulasinya Suka bisa memanfaatkan suara mengambang atau swing vooter.

Namun yang menjadi kegalauan utama bagi Golkar, menurut Yagkin sebagai korwil Makassar adalah jika Ketua DPD I Golkar Sulsel mendukung langkah adiknya itu.

"Tapi yang pasti Golkar siap berhadapan dengan mantan Master Campaign Sayang Jilid I Pilgub 2008 lalu jika None betul-betul ingin maju," katanya.

Manager Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia Irfan Jaya mengatakan, peluang Irman tidak begitu jauh berbeda dengan figur lainnya.

Hal tersebut disebabkan karena belum adanya pasangan kandidat yang memiliki elektabilitas mencapai angka psikologis satu putaran

"Jadi, dengan kehadiran wajah baru seperti None dipastikan bisa merubah konstelasi dukungan," kata Irfan.

Dia menjelaskan, Makassar merupakan wilayah yang geografisnya relatif mudah dijangkau, sehingga waktu yang tersisa saat ini masih cukup untuk memburu ketertinggalan jika Irman serius maju di pemilukada.

Sehingga, menurut Irfan, bisa saja pemilih yang belum menentukan pilihan (swing voter) lebih memilih None sebagai kandidat alternatif dibanding kandidat lama. Apalagi, masyarakat kelihatannya belum memiliki kandidat yang bisa diterima secara umum.

Irfan justru prihatin dengan kandidat yang sudah bersosialisasi lebih lama, akan tetapi elektabilitasnya tidak mengalami peningkatan signifikan alias stagnant.

“Ini karena kepercayaan masyarakat yang masih rendah terhadap kandidat tertentu,“ jelasnya.

Ditanya perihal apakah kehadiran None menjadi ancaman bagi calon pasangan lainnya termasuk calon dari Golkar sendiri.

Menurutnya, efeknya bisa beragam. Bahkan bisa saja mesin Golkar beralih ke None lantaran faktor banyaknya kader Golkar yang tidak menginginkan paket SUKA. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved