Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dua Jubir Sayang Incar Kursi DPRD

Dua juru bicara pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang)

Tayang:
Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM-Dua juru bicara pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) Henny Handayani dan Maqbul Halim dipastikan turut meramaikan bursa pemilihan calon legislatif (pilcaleg) 2014 mendatang di partai berbeda.

Henny Handayani akan maju melalui Partai Amanat Nasional (PAN) dan menargetkan kursi di DPRD Kota Makassar, sementara Maqbul Halim akan maju melalui jalur Partai Golkar. Bahkan mantan anggota KPU Makassar ini dikabarkan mengincar kursi DPRD Sulsel.

Henny Handayani mengakui kepastiannya untuk maju di Pilcaleg Makassar di daerah pemilihan V yakni Biringkanaya dan Tamalanrea.

“Semua proses di PAN sudah saya ikuti untuk pendaftaran. Tapi masih menunggu perkembangan untuk nomor urut dan tahapan-tahapan selanjutnya,“ kata Henny saat dimintai komentarnya, Kamis (14/3).

Mantan Ketua Badko HMI Sulselbar itu mengaku memilih PAN karena pertimbangan partai berlambang matahari terbit tersebut banyak mengakomodir caleg muda. Dia optimis dengan jaringan yang selama ini dimiliki mampu untuk terpilih nantinya.

Sementara itu Maqbul Halim tidak menampik kabar akan majunya di dapil provinsi. Namun, Maqbul belum memastikan akan maju lewat Makassar 1 atau Makassar 2 untuk provinsi.

“Saya belum pastikan di dapil mana. Nanti akan saya cek dulu potensi maju dimana,“ kata Maqbul.

Direktur Adhyaksa Research and Consulting (ARC) Abdul Waris mengatakan majunya kedua jubir Sayang tersebut menjadi tantangan untuk Syahrul. Pasalnya identitas Sayang Jilid 2 melekat di belakang kedua pentolan tim Sayang di Pilgub lalu tersebut.

“Sangat disayangkan jika keduanya tidak terpilih, karena keduanya punya kapasitas. Selain itu, selama ini kedua orang tersebut melekat nama Syahrul,“ ungkap Waris.

Namun, Waris mengatakan hal tersebut hanya satu variabel untuk meraih dukungan. Kekuatan visi caleg dan kemampuan meyakinkan masyarakat merupakan variabel utama yang bisa menentukan.

“Bagaimana pun visi dan kemampuan menanamkan kepercayaan kepada masyarakat yang akan mendominasi ketertarikan seseorang terhadap salah satu calon,“ tandasnya. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved