Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

CITIZEN REPORTER

Ketika Perempuan Maros Berjejaring

Kamaruddin Azis, Sekretaris Eksekutif Yayasan COMMIT Indonesia melaporkan dari Maros.

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ina Maharani

Kamaruddin Azis, Sekretaris Eksekutif Yayasan COMMIT Indonesia melaporkan dari Maros.

***

Muda, anggun dan peduli pada kaumnya. Itu kesan saya ketika mengamati raut wajah 26 peserta "Pertemuan Evaluasi Program Penguatan Kapasitas Perempuan Maros" kerjasama Tifa Foundation dan Yayasan Maupe di Mandai, Sabtu, 12 Januari 2013. Mereka datang dari desa dan kelurahan di Maros. Hadir pula Jumardi Lanta (COMMIT), Rusman Anno (staf ahli Maupe/YKPM), Irdhan AB (Maupe).

Siang itu, menurut laporan Irdhan AB, Project Manager Maupe dalam kerjasama dengan Tifa Foundation ini, 600 warga di 6 desa di 3 kecamatan utamanya kaum perempuan telah diperkuat kapasitasnya untuk memahami dimensi dan upaya mediasi partisipasi politik mereka.

"Masalah kita adalah, menurut data KPU Maros, populasi perempuan lebih banyak dari jumlah pria namun jumlah mereka sangat sedikit saat ke bilik suara. Laki-laki mendominasi," kata Irdhan.

Evaluasi ini bertujuan untuk memperoleh informasi luaran dan hasil fasilitasi dan mengidentifikasi isu keberlanjutan program. Saat ini, Maupe telah memfasilitasi penguatan kapasitas perempuan melalui beragam kegiatan seperti penjajakan kebutuhan, lokakarya, pelatihan, pendalaman isu (FGD), dan fasilitasi pembentukan kelompok perempuan di desa hingga pembentukan Jaringan Perempuan Maros (JPM).

Selain mendorong partisipasi politik, salah satu alat ukurnya adalah melihat partisipasi mereka di perhelatan Pilgub Sulsel 2013, maka pertanyaan saya untuk seluruh peserta adalah apa yang dapat dilakukan untuk terus memperluas dan menggelorakan semangat memperkuat kapasitas perempuan di rumah tangga hingga mampu berpartisipasi di penyelenggaran Pilgub Sulsel dan mengadvokasi kontrak politik (MoU) dengan dua kandidat Pilgub yaitu kandidat nomor 1; IA, dan kandidat nomor 3; Garuda-Na. Penandatangan MoU dengan pasangan Sayang belum terealisasi dengan alasan ketakcocokan jadual pertemuan.

"Kita ingin mereka, perempuan Maros dapat menyampaikan aspirasi politiknya termasuk menagih isi MoU antara mereka dan kedua kandidat tersebut. Siapapun yang terpilih," kata staf ahli Maupe, Rusman Anno.

"JPM ini dibentuk untuk mewadahi aspirasi kaum perempuan di 3 kecamatan melalui kerjasama dengan TIFA Foundation, setelah ini kita mengidentifikasi strategi lanjutan untuk memperluas ke desa dan kecamatan lain di Maros," kata Hj. Agusnawaty, S.Pt, M.Hum anggota DPRD Maros yang juga aktivis di Maupe.

Dalam pertemuan itu, dihasilkan rekomendasi untuk memperkuat kapasitas kader/fasilitator dalam memfasilitasi kaum perempuan menyampaikan aspirasinya. Selain itu direkomendasikan pula agar JPM mulai mendalami dan mengidentifikasi isu-isu strategis perempuan seperti pendidikan, kesehatan, dan penguatan kapasitas ekonomi (livelihoods).

"Ke depannyan, kita ingin tahu bagaimana caranya agar sebagai kader kita bisa memberi kesempatan kepada perempuan untuk menyampaikan pendapatnya tanpa takut atau terintimidasi suaminya," kata salah seorang peserta dari kecamatan Marusu.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved