CITIZEN REPORTER
MEMAKNAI PERGANTIAN TAHUN
Tiada terasa kita telah berada di penghujung tahun 2012 dan sebentar lagi fajar tahun baru 2013
Penulis: CitizenReporter | Editor: Muh. Taufik
Catatan Ringan di Penghujung Tahun
TRIBUN-TIMUR.COM-Tiada terasa kita telah berada di penghujung tahun 2012 dan sebentar lagi fajar tahun baru 2013 segera menyingsing. Ini berarti, umur kita berkurang lagi setahun dengan pergantian tahun kali ini. Pertanyaanya, sudahkah kita memanfaatkan kesempatan dan modal waktu yang diberikan oleh Allah SWT tahun 2012 dengan sebaik-baiknya?
Kalau belum, mari jadikan pergantian tahun 2013
ini dengan tekad untuk memanfaatkan sisa umur kita untuk beribadah dan
mengabdi kepada sang Khalik dengan sebaik-baiknya.
Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menggantikan malam dengan
siang dan sore pun menyongsong malam. Hari berlalu menyusun pekan.
Hitungan bulan-bulan pun membentuk tahun. Tanpa terasa, pintu ajal kian
menjelang. Sementara, peluang hidup tak ada siaran ulang.
Bagi seorang muslim, sesungguhnya waktu adalah modal. Begitu
berlalu, hilang. Bagi orang sholeh sajalah yang akan memanfaatkan
waktu sebagai ajang untuk beramal. Dan merugilah bagi mereka yang gagal
mengisi waktu hidupnya dengan amalan sholeh.
Pemahaman inilah yang pernah menggugah Umar bin Abdul Aziz. Suatu
malam, karena sangat lelah, Umar menolak kunjungan seorang warga. “Esok
pagi saja!” ucapnya spontan. Khalifah Umar berharap esok pagi ia bisa
lebih segar sehingga urusan bisa diselesaikan dengan baik.
Tapi, sebuah ucapan tak terduga tiba-tiba menyentak kesadaran sang
Khalifah. Warga itu mengatakan, “Wahai Umar, apakah kamu yakin akan
tetap hidup esok pagi?” Mendegar ucapa itu Umar pun langsung
beristighfar. Saat itu juga, ia menerima kunjungan warga itu.
Ya, menganggap remeh sebuah ruang waktu sebenarnya kita sedang
membuang sebuah kesempatan. Kalau pergi, kesempatan tidak akan kembali.
Ia akan pergi bersama berlalunya waktu. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.” (Al-Ashr: 1-2)
Sayang, di penghujung tahun justru banyak manusia yang merugi
karena menghabiskan waktu dengan maksiat, bakan rela mengorbankan harta
dan tenaganya demi mengistimewakan pergantian malam tahun baru. Padahal,
sejatinya pergantian tahun adalah hal yang biasa dan tidak ada yang
istimewa dari pergantian waktu.
Kita menyaksikan, anak-anak muda melakukan hura-hura, pesta narkoba,
hingga seks bebas, dengan alasan merayakan malam tahun baru. Hura-hura
di malam tahun baru menjadi cerminan bahwa kapitalisme semakin dominan.
Kapitalisme mengutamakan kepentingan kapital, di mana ada dorongan kuat
untuk digelar acara-acara hedonis dan hura-hura. Di balik acara tahun
baru ada kepentingan bisnis, mendorong masyarakat untuk membelanjakan
uangnya sebanyak-banyaknya.
Di penghujung tahun, mari sejenak merenung ketika jatah waktu kita
terus berkurang, seberapa efektif kita memanfaatkan modal waktu untuk
beramal sholeh?. Dan, semoga kita bukan termasuk orang-orang yang nanti
menyesal di hari kemudian. “Dan pada hari itu diperlihatkan neraka
Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna
lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: ‘Alangkah baiknya kiranya
aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Al-Fajr: 23-24)