Pengabdian Anak Bangsa di Daerah Perbatasan
Tribun Timur - Senin, 3 Desember 2012 17:22 WITA
Share |
Berita Terkait
 
Tim Posko II, Desa Seberang, Kec Sebatik utara.
Melaporkan dari Pulau Sebatik , kalimantan Timur.


TRIBUN-TIMUR.COM-Kesehatan merupakan dimensi yang paling penting dalam kehidupan. Segala aktifitas keseharian dapat dilakukan dengan lancar apabila kesehatan seseorang tidak mengalami gangguan, sehingga tidak mengherankan bila kemudian kita sering mendengar nasihat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Oleh karena itu, penyuluhan tentang pentingnya hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sejak dini.

Dalam sejarah kesehatan masyarakat, dokter memiliki peran yang cukup besar. Bukan bermaksud men-superioritas-kan profesi tersebut, tapi mengingat fenomena bahwa hampir disetiap tempat baik di perkotaan hingga di pelosok sekalipun, bila ada masalah dengan kesehatan maka subjek yang pertama dicari oleh masyarakat tentunya dokter, sebab profesi tersebutlah yang berkaitan langsung dengan hal tersebut, dari pemeriksaan kesehataan hingga proses penyembuhannya.

Khusus daerah perkotaan, mencari dokter mungkin tidaklah sulit. Cukup mendatangi rumah sakit, puskesmas atau datang langsung ke tempat praktik seorang dokter, atau tidak jarang beberapa orang yang memiliki tingkat perekonomian menengah keatas justru lebih memilih untuk memanggil dokter langganannya ke rumah, sehingga si orang yang sakit tersebut tidak perlu bersusah payah untuk kesana – kemari.

Hal tersebut kontras sekali untuk mereka yang tempat tinggalnya di pedesaan atau di pelosok sekalipun. Jauh dari hiruk pikuk kota, membuat kesempatan untuk mengakses segala fasilitas umum menjadi sulit, termasuk fasilitas kesehatan padahal kembali lagi, kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Kondisi yang seperti itu tak ayal lagi membuat kecenderungan pola pikir masyarakat menjadi agak kurang menghiraukan kesehatan seperti kontrol kesehatan dsb. Atau kadangkala ketika seseorang diantara masyarakat pedesaan / pelosok mengalami gangguan kesehatan, mereka lebih memilih untuk mendatangi pengobatan tradisional (dukun).

Masyarakat di Desa Seberang Kecamatan Sebatik Utara mungkin masih agak beruntung. Sebagai daerah perbatasan, akses terhadap kesehatan mungkin masih agak lebih baik bila dibandingkan dengan daerah – daerah di seberang sana yang juga merupakan daerah perbatasan atau mungkin daerah pelosok lainnya. Di salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur yang memiliki akses yang lebih dekat ke negara Malaysia dibandingkan dengan pusat kota Nunukan ini sendiri masih memiliki dua posyandu, serta masih terdapat sebuah puskesmas meskipun itu harus ke desa lain (Desa Pancang, Sebatik Utara) dengan seorang tenaga medis sebagai kepala puskesmas dengan gelar sarjana kedokteran gigi. Meskipun yang ada hanya bangunan fisik tanpa dibarengi dengan jumlah tenaga medis yang memungkinkan setidaknya itu sudah agak baik. Tapi, apakah kita hanya akan berhenti pada status “sudah agak baik”? Sementara ancaman berbagai macam penyakit dari waktu ke waktu semakin banyak. Hal ini tentunya perlu mendapatkan perhatian dari seluruh lapisan masyarakat, dari tataran elit pemerintahan hingga masyarakat sendiri. Sebab kesehatan adalah hal yang paling penting.

Pada KKN Tematik Sebatik kerjasama Universitas Hasanuddin dan Badan Narkotika Nasional kali ini, sebanyak sebelas orang mahasiswa(i) dari Fakultas Kedokteran bersama 49 mahasiswa(i) dari berbagai fakultas lainnya dan lima belas orang dari pascarehab BADDOKA BNN Makassar diturunkan dengan tugas mengawal sejumlah masalah kesehatan yang kerap terjadi di daerah ini, misalnya saja penyakit malaria yang disebut – sebut sering menimpa masyarakat Sebatik. Sehingga, tidak berhenti pada program kerja Pelatihan Dokter Kecil bagi anak – anak Desa Seberang saja, sejumlah program terkait kesehatan lainnya pun akan dilakukan pula. Seperti penyuluhan malaria, pelatihan kegawatdaruratan medis, serta bersama BNN dan mahasiswa Unhas lainnya melaksanakan program – program kerja lainnya seperti sosialisasi bahaya HIV – AIDS, bahaya penyalahgunaan narkotika, dsb. Yang selanjutnya ke – 11 mahasiswa(i) dari Fakultas Kedokteran bersama dengan peserta KKN lainnya dibagi kelima posko dalam tiga kecamatan yakni Sebatik Utara, Sebatik Tengah, dan Sebatik Timur dalam masing – masing posko ditempatkan dalam satu desa dari kelima desa yang telah ditentukan dari ketiga kecamatan tersebut, yakni pada Kecamatan Sebatik Utara ditempatkan di Desa Pancang dan Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Tengah di Desa Aji Kuning, serta pada Kecamatan Sebatik Timur ditempatkan di Desa Bukit Aru Indah dan Desa Sungai Manurung.

Program – program kerja khususnya yang mengarah pada penyuluhan kesehatan dan hidup bersih dilaksanakan pada semua desa penempatan posko KKN Sebatik. Masing – masing mahasiswa(i) dari Fakultas Kedokteran yang disebar dalam kelima posko tersebut selanjutnya mengemban tugas menjadi penanggung jawab dari program kerja terkait kesehatan.

Desa Seberang Kecamatan Sebatik Utara sebagai salah satu desa yang terdapat penempatan posko KKN pun melampirkan berbagai program kerja tersebut dalam rencana kerjanya selama berada di Sebatik. Khusus pada hadirnya Pelatihan Dokter Kecil dalam salah satu daftar rencana kerja posko dua di Desa Seberang Kecamatan Sebatik Utara ini kurang lebihnya untuk mengembalikan semangat peduli kesehatan dan kebersihan. Anak – anak sebagai sasaran dalam program kerja ini diharapkan memiliki kesadaran tersebut sejak dini. Ditengah keterbatasan terhadap akses fasilitas kota, bukan saatnya bagi masyarakat untuk mengeluh melainkan sambil  terus berharap perhatian dari pemerintah pusat hingga kabupaten, masyarakat pun dapat mengisinya dengan kegiatan – kegiatan yang lebih positif, berupa peningkatan skill atau kemampuan pribadi dalam hal ini menyangkut kesehatan.

Kecenderungan anak usia sepuluh tahun kebawah baik didaerah perkotaan, pelosok, atau perbatasan sekalipun yang bila ditanya terkait cita – cita mereka ketika dewasa kelak maka jawaban yang paling dominan ialah ingin menjadi dokter untuk membantu orang – orang yang sedang sakit. Bila cita – cita mulia ini kita rawat dan kembangkan serta kita barengi dengan kesadaran dan kemampuan medis dasar sejak dini melalui pelatihan – pelatihan sederhana seperti pelatihan dokter kecil bagi anak – anak Desa Seberang, maka tentunya akan lebih bermanfaat. (*)

Penulis : Citizen Reporter
Editor : Muh. Taufik

karebosi