Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Legislator Pertanyakan Sistem Kontrol PLTU Tello

Anggota Komisi D DPRD Sulsel yang membidangi pembangunan Affandy Agusman Aris

Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Anggota Komisi D DPRD Sulsel yang membidangi pembangunan Affandy Agusman Aris telah memantau kondisi pascakebakaran travo Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tello, di Jl Urip Sumihardjo, Makassar, Kamis (1/11).

Menurut Affandy Agusman Aris yang juga Anggota Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, penyebab kebakaran yakni terbakarnya Travo 15 Mega volt (Mv) yang terletak di halaman dan Travo 20 kilo volt (Kv) yang berada di dalam ruang mesin diatermi gelombang pendek atau short wave diathermy (SWD) 1 dan SWD 2.

"Seluruh panel kontrol mesin SWD 1 dan SWD 2 ikut terbakar begitu juga kabel induk dan kabel isntalasi ke ruang kontrol ikut juga terbakar. Untung petugas sigap memadamkan api yang berkobar sehingga api tidak merembes ke mesin SWD 1 dan SWD 2," ungkap Affandy.

Affandy, menjelaskan, sistem kontrol yang berada di setiap travo harusnya memberikan signal ke ruang kontrol apabila suhu travo melebihi batas yang telah ditentukan.

"Makanya ini yang perlu di investigasi apakah fungsi sistem kontrol tersebut berfungsi secara baik atau tidak. Karena pada saat kejadian mesin dalam posisi mati," ungkap Affandy.

Terkait pengaruh kebakaran yang menyebabkan Sulselbar blackout (gelap gulita), Affandy, mengatakan, hal tersebut wajar terjadi.

"Ia karena kejadian tadi malam itu, yang terbakar adalah Area Pengaturan dan Penyaluran Beban (AP2B) yang dinamakan sistem Scada. Di sinilah pengaturan beban masuk keluarnya aliran listerik Se Sulselbar. Makanya kita berharap PLTU Tello ini bisa segera dibereskan," Affandy menambahkan.

Terpisah, Anggota Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sulsel, Mattewakkang, Publik berhak tahu penyebab kebakaran PLTU Tello dan dampak yang terjadi terhadap layanan listrik PLN di Sulselbar.

"Itu termasuk jenis informasi serta merta atau informasi yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Dampak yg dimaksud adalah jika misalnya kondisi kelistrikan di Sulselbar tersebut belum normal maka akan sampai kapan, dan bagaimana PLN akan mengansipasinya,

apakah dengan pemadaman bergilir atau semacamnya. Kenapa publik harus mengetahui soal dampak? Tak lain agar masyarakat bisa bersiap-siap menghadapinya," jelas Mattewakkang. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved