• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Tribun Timur

Hati-hati, Arak Bali Diduga Picu Kebutaan

Jumat, 3 Agustus 2012 19:09 WITA
Hati-hati, Arak Bali Diduga Picu Kebutaan
ilustrasi
TRIBUN-TIMUR.COM, ADELAIDE - Para dokter di Selandia Baru dan Australia mengeluarkan peringatan akan bahaya menenggak minuman keras di Bali.

Peringatan dikeluarkan setelah seorang gadis Selandia Baru berusia 19 tahun mengalami kebutaan karena menenggak minuman yang mengandung metanol.

Gadis yang sedang berlibur di Bali tersebut menenggak 8-10 gelas minuman di dua bar di Bali. Setelah kembali ke Selandia Baru 35 jam kemudian, gadis itu mengalami sesak napas dan mengalami gangguan penglihatan. Demikian dilaporkan situs Sydney Morning Herald, smh.com.au.

Menurut laporan korespoden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, minuman yang mengandung metanol bisa menyebabkan kebutaan, koma, dan kematian.

Disebutkan, gadis itu menenggak minuman yang di Bali dikenal dengan nama Arrack, yang dicampur dengan jus buah. Gadis tersebut dirawat di Rumah Sakit Christchurch karena keracunan metanol dan penglihatannya semakin memburuk selama empat minggu kemudian.

Kasus serupa terjadi tahun lalu ketika seorang perawat asal Australia berusia 25 tahun menderita kerusakan otak dan gagal ginjal setelah minum Arrack yang dicampur dengan metanol.

Selama tahun 2009, sebanyak 25 wisatawan meninggal di Bali karena minum Arrack yang dicampur dengan bahan lain, seperti metanol, bahan kimia beracun yang biasanya terdapat di dalam bahan bakar.

Dokter di Rumah Sakit Christchurch, Paul Gee dan Elizabeth Martin, mengatakan, besar kemungkinan gadis Selandia Baru itu menenggak minuman yang tercampur dengan metanol.

Kedua dokter itu memublikasikan kasus ini di jurnal Emergency Medicine Australasia dan menambahkan bahwa gejala keracunan metanol ini bisa terjadi sampai 50 jam setelah meminum karena tubuh berusaha mencernanya.

"Kebanyakan keluhan dari pasien adalah pusing, mual, muntah, dan merasa lemah. Gangguan penglihatan, termasuk kabur, sampai kehilangan penglihatan sama sekali," tulis kedua dokter tersebut.

"Kasus ini kembali mengingatkan pada bahayanya mengonsumsi alkohol dari sumber yang tidak bisa diketahui asalnya di Asia Tenggara," lanjut mereka.(*)
Editor: Ridwan Putra
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
97252 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas