CITIZEN REPORTER
Mahasiswa KKN Unhas Identifikasi Mangrove di Setabu
Atrasina Adlina, mahasiswa Peserta KKN Unhas
Penulis: Suryana Anas | Editor: Ridwan Putra
Atrasina Adlina, mahasiswa Peserta KKN Unhas
melaporkan dari Sebatik
IINDONESIA dikarunia mangrove yang terluas di dunia dan juga memiliki
keragaman hayati yang terbesar serta strukturnya paling bervariasi.
Warisan alam yang sangat luar biasa ini memberikan tanggung jawab yang
besar bagi Indonesia untuk melestarikannya, sekaligus memberikan
kesempatan yang berharga bagi mereka yang bermaksud mempelajari dan
menikmati habitat ini. Dari pengalaman inilah, mahasiswa KKN Unhas
Posko Sebatik Barat mengadakan program kerja Identifikasi dan
Inventarisasi Jenis Mangrove di Kawasan Konservasi Perairan Daerah
(KKPD) Setabu, Sebatik Barat, Minggu (15/7).
Kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan
Kabupaten Nunukan ini dilaksanakan sehari untuk mengidentifikasi jenis
mangrove di zona bagian dalam. Luas KKPD sekitar 73 hektar. Menurut
Alinda Nurbaety Hasanah, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian
Unhas terhadap keberadaan mangrove di KKPD. “Karena di kawasan ini
belum ada jenis-jenis mangrove secara tertulis yang bisa memberikan
informasi tentang fungsi dan jenis mangrove kepada masyarakat di
sekitar,” jelas mahasiswa Perikanan angkatan 2009.
Selain melakukan survey lokasi untuk KKPD, kami pun melakukan
identifikasi jenis mangrove. Ada 9 jenis mangrove yang ditemukan pada
zona dalam, antara lain Rhizophora apiculata, Nypa fruticans, Osbornia
octodonta, Acrostichum aureum, Ceriops tagal, dan Bruguiera
cylindrica. Tak hanya itu, KKPD Setabu juga memiliki jenis satwa
langka yaitu Bekantan (Nasalis larvatus). Hewan pemalu ini jarang
menunjukkan diri, namun jika sedang beruntung anda bisa menemukan
mereka diantara pohon mangrove yang sedang berbuah.
Rencananya hasil program kerja ini akan digunakan sebagai data
tambahan untuk mengajukan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Setabu
sebagai kawasan mangrove yang disetujui oleh Menteri Kehutanan. “Tak
hanya itu pula, mahasiswa KKN Unhas berencana membuat pelatihan
tentang pembuatan makanan atau kudapan dari buah mangrove sebagai
tambahan ekonomi bagi keluarga setelah mendapat data dari penelitian
yang kami lakukan,” tambah Alinda.(*)