Ketua KPPU Ramah Tamah dengan Wartawan di Clarion
Hadir juga Ketua Pengawas Daerah (KPD) Makassar Hakim dan beberapa pengurus KPPU RI.
Tayang:
Editor:
Ina Maharani
Laporan: Ilham / Tribun Timur
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Tajuddin Noer Said ramah tamah dengan sejumlah wartawan cetak dan elektronik di Wind Flower Room, Hotel Grand Clarion, Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (18/6/2012)
Hadir juga Ketua Pengawas Daerah (KPD) Makassar Hakim dan beberapa pengurus KPPU RI.
"Ini sudah tradisi KPPU untuk selalu bersama dengan jurnalis, ini adalah era reformasi. Sistem politik kita tidak malu berbuat salah, tapi malu kalau diketahui salah, di sinilah peran jurnalis," kata Tajuddin dalam sambutannya.
Menurut Tajuddin, KPPU ingin menegakkan etika-etika usaha, larangan anti monopoli dan persaingan tidak sehat. Untuk itu, lanjut Tajuddin peran jurnalis sangat penting di ranah tersebut.
Tajuddin menegaskan, Musuh besar KPPU adalah praktek monopoli, hanya saja wartawan kurang tertarik hal-hal seperti ini menurut Tajuddin
"Hal yang kita takuti adalah adanya upaya yang membunuh media, dengan menculnya pemain-pemain baru (pengusaha media baru). Kita perharap tidak ada yang mati, persaingan kita itu tidak mematikan, kita win-win, yang kalah dapat 10 persen dan yang menag itu 11 persen," ujar Tajuddin
Sementara Hakim mengatakan, media kebanyakan adalah sumber data KPPU. Media memiliki perang penting membongkar kongkalikong birokrasi dan korporasi.
"Bantuan rekan-rekan media terkait banyaknya permasalahan, medialah yang paling greget membongkar masalah praktek itu," kata Hakim
Caption Foto: Ketua KPPU RI Tajuddin Noer Said (rambut putih) ramah tamah dengan sejumlah wartawan cetak dan elektronik di Wind Flower Room, Hotel Grand Clarion, Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (18/6)
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Tajuddin Noer Said ramah tamah dengan sejumlah wartawan cetak dan elektronik di Wind Flower Room, Hotel Grand Clarion, Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (18/6/2012)
Hadir juga Ketua Pengawas Daerah (KPD) Makassar Hakim dan beberapa pengurus KPPU RI.
"Ini sudah tradisi KPPU untuk selalu bersama dengan jurnalis, ini adalah era reformasi. Sistem politik kita tidak malu berbuat salah, tapi malu kalau diketahui salah, di sinilah peran jurnalis," kata Tajuddin dalam sambutannya.
Menurut Tajuddin, KPPU ingin menegakkan etika-etika usaha, larangan anti monopoli dan persaingan tidak sehat. Untuk itu, lanjut Tajuddin peran jurnalis sangat penting di ranah tersebut.
Tajuddin menegaskan, Musuh besar KPPU adalah praktek monopoli, hanya saja wartawan kurang tertarik hal-hal seperti ini menurut Tajuddin
"Hal yang kita takuti adalah adanya upaya yang membunuh media, dengan menculnya pemain-pemain baru (pengusaha media baru). Kita perharap tidak ada yang mati, persaingan kita itu tidak mematikan, kita win-win, yang kalah dapat 10 persen dan yang menag itu 11 persen," ujar Tajuddin
Sementara Hakim mengatakan, media kebanyakan adalah sumber data KPPU. Media memiliki perang penting membongkar kongkalikong birokrasi dan korporasi.
"Bantuan rekan-rekan media terkait banyaknya permasalahan, medialah yang paling greget membongkar masalah praktek itu," kata Hakim
Caption Foto: Ketua KPPU RI Tajuddin Noer Said (rambut putih) ramah tamah dengan sejumlah wartawan cetak dan elektronik di Wind Flower Room, Hotel Grand Clarion, Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (18/6)