Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Studi Indonesia di Korea Makin Diminati

Pada hari Selasa, 1 Mei 2012, berlangsung Indonesian Political Watch yang diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Kyoto, Jepang.

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Muh. Taufik
Laporan Ishaq Rahman, kandidat Ph.D Global Studies, Doshisha University, dari Kyoto

Pada hari Selasa, 1 Mei 2012, berlangsung Indonesian Political Watch yang diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Kyoto, Jepang.  Kegiatan bulanan ini mengangkat isu-isu aktual tentang Indonesia dan dunia.  Tema kali ini adalah "Studi Indonesia di Korea Selatan", dengan nara sumber Professor Jeon Je Seong, seorang Indonesianis dari Chonbuk National University, Korea.

Minat akademis terhadap Indonesia mulai pada dekade awal 1960-an.  Ketika itu, peran Indonesia dalam perang melawan komunisme menjadi hal yang menarik dan dijadikan referensi di sekolah-sekolah dasar.  Ini berkaitan dengan posisi regional Korea Selatan yang berada dalam bayang-bayang benturan ideologi dengan beberapa negara tetangganya.

Dewasa ini, terdapat sekitar 23 orang ahli Indonesia di Korea.  Generasi baru Indonesianis melihat Indonesia sebagai negara penting di Asia Tenggara bukan saja dalam konteks ekonomi namun juga dalam konteks peran regional.  Bagi Korea, hubungan dengan Indonesia merupakan pintu masuk yang penting dalam rangka membangun saling pengertian regional dan global.

"Korea adalah negara yang unik.  Bangsa ini berdiri dan berkembang karena dua hal, yaitu ekspor dan diplomasi", kata Professor Seong.  "Kami tidak memiliki sejarah revolusi dan nasionalisme yang heroik.  Kemerdekaan Korea diperoleh melalui diplomasi, dan bukan dengan perjuangan nasionalisme sebagaimana halnya Indonesia.  Hal itulah yang menyebabkan Korea cenderung memilih jalan diplomasi dalam aktivitas internasional dan regional", lanjut Prof. Seong.

Menurut Prof. Seong, salah satu persoalan dalam kajian Indonesia di Korea adalah keterbatasan literatur.  Umumnya, literatur tentang Indonesia banyak diambil dari Amerika.  Padahal, ada kecenderungan kajian tentang Indonesia di Amerika dewasa ini mengalami stagnasi.  Hampir tidak ada ahli-ahli baru yang fenomenal.  Orang-orang masih merujuk pada karya akademik Geertz, Ben Anderson, Liddle, dan lain-lain.  Padahal, perkembangan baru begitu dinamis.

Salah satu upaya memaksimalkan studi Indonesia di Korea adalah dengan mengirim lebih banyak orang-orang Korea belajar di Indonesia dan sebaliknya.  Komitmen ini sedang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Korea, baik dalam kerangka bilateral maupun melalui peranan ASEAN, tutup Professor Seong. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved