Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mobil Esemka, Kesuksesan yang Tertunda

Munculnya mobil besutan anak negeri ini sesungguhnya menjadi salah satu implementasi dari tujuan keberadaan pendidikan SMK.

Tayang:
Munculnya mobil besutan anak negeri ini sesungguhnya menjadi salah satu implementasi dari tujuan keberadaan pendidikan SMK. Di sisi lain, menjadi cambuk kepada SMK-SMK yang lain agar turut andil dalam penciptaan inovasi-inovasi dengan mengembangkan potensi lokal menjadi keunggulan komparatif.

Dunia otomotif nasional beberapa bulan terakhir ini disemarakkan dengan hadirnya mobil ESEMKA hasil tangan siswa-siswa terampil dari beberapa SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Residenan Solo dan sekitarnya. Mobil ini memiliki beberapa tipe, tergantung dari SMK mana yang merakitnya. Adapun model pertama yang dibuat diberi nama Esemka Rajawali.
Sementara model kedua adalah pikap double kabin yang dibuat oleh SMK 1 Singosari Esemka Digdaya yang dinamai Digdaya. Rajawali dan Digdaya tersebut mempunyai pilihan-pilihan mesin antara lain mesin bensin berkapasitas 1.500 cc, 1.800 cc, 2.000 cc dan 2.200 cc. Versi dieselnya pun kabarnya tengah disiapkan.
Namun, untuk engine, tetap berlogo Esemka 1.5 i EFI, meskipun untuk sasisnya mencangkok dari Mitsubishi Colt T 120 SS, tahun 2003. Begitupun untuk gearbox yang diambil dari merek yang sama, yakni Mitsubishi colt T 120 SS.
Model selanjutnya menggunakan  transmisi 5 speed dari Suzuki Vitara, diberi nama Zhangaro karena diklaim mumpuni untuk mengangkat beban berat. Pada model ini Daihatsu Gran Max ikut andil dengan menyumbangkan headlamp, sementara Daihatsu Taft GT, mengisi penerangan buritan, atau stop lamp.
Berbahan plat setebal 1,5 mm, bak seluas 1 meter kubik cukup besar untuk memenuhi kebutuhan angkut mengangkut, dengan panjang 225 cm, lebar 145 cm, dan tinggi 33 cm. Dan model terakhir adalah model mobil hatchback. Masih menggunakan mesin esemka 1.5i multi injection.
Hatchback ini mengingatkan kita dengan Terios. Memang lampu depannya menggunakan lampu sama dengan Terios. Suzuki Escudo berperan dalam transmisinya, poros propeller, rem belakang dan handle pintu. Sedangkan suspensinya menggunakan milik Mitsubishi L300 dan Isuzu Panther. spionnya mencontoh spion APV. Namun SMK membuat sendiri poros input, kaca dan wearing kabelnya.

Tantangan SMK
Sesuai dengan visi misi dan tujuan dirikannya SMK yang di dengungkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah dan Kejuruan,  yaitu terwujudnya SMK bertaraf internasional, menghasilkan tamatan yang memiliki jati diri bangsa, mampu mengembangkan keunggulan lokal dan bersaing di pasar global, maka diharapkan adanya output yang mampu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang mempunyai etos kerja dan kompetensi berstandar internasional.
Munculnya mobil besutan anak negeri ini sesungguhnya menjadi salah satu implementasi dari tujuan keberadaan pendidikan SMK. Di sisi lain, menjadi cambuk kepada SMK-SMK yang lain agar turut andil dalam penciptaan inovasi-inovasi dengan mengembangkan potensi lokal menjadi keunggulan komparatif.
Dengan banyaknya jurusan yang ada di SMK antara lain, konstruksi badan pesawat udara, mekanisasi pertanian, teknik komputer dan jaringan, teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, dan lain-lain, memungkinkan terciptanya kreatifitas baru, baik dalam hal pembuatan (manufacture), perakitan (assembly) dan modifikasi (modification). Sehingga diharapkan bukan hanya mampu membuat pesawat udara dan mobil, tetapi juga mampu membuat alat pertanian modern untuk mengangkat keunggulan lokal sebagai modal daya saing bangsa.
Tetapi, apakah semua itu dapat terwujud? Sesuai dengan slogan SMK Bisa!, maka bukanlah sesuatu yang mustahil. Mimpi itu akan terwujud jika kita sedikitnya mempunyai 3 (tiga) hal, Pertama, guru yang berkualitas. Guru dituntut untuk memiliki kompetensi keilmuan yang mumpuni dan berakhlaq mulia serta mempunyai panggilan jiwa sebagai pendidik. Kedua, pemerintah yang peduli. Pemerintah dituntut mampu mengeluarkan regulasi (arah kebijakan) pendidikan, baik dalam pembangunan fisik maupun kesejahteraan tenaga kependidikan. Pemerintah juga diharapkan sebagai mediator dalam merumuskan kurikulum standar kompetensi yang link and match dengan kebutuhan industri. Karena tidak jarang output SMK kurang terserap ke dunia industry disebabkan karena tidak terpenuhinya kompetensi-kompetensi yang dipersyaratkan oleh pihak industry.
Di sisi lain, pemerintah perlu merubah mindset masyarakat yang terlanjur ber-stigma bahwa pekerjaan itu hanyalah didapatkan ketika bekerja di pemerintahan maupun perusahaan swasta dengan cara sosialisasi kewirausahaan agar tercipta lapangan kerja yang baru. Ketiga, pihak swasta. Anggaran sektor pendidikan yang mengacu pada konstitusi tampaknya belum mencukupi untuk mencapai tujuan nasional mencerdaskan seluruh bangsa, karena itu diperlukan partisipasi pihak swasta.
Bukan hanya sebatas dana, swasta juga diharapkan turut membantu sekolah-sekolah dalam proses transfer teknologi perusahaan kepada siswa-siswa yang diterapkan dalam program Prakerin (Praktik Kerja Industri) SMK di perusaahan swasta maupun BUMN.

Uji Emisi
Mobil Esemka Rajawali melakukan perjalanan dari Solo ke Jakarta untuk menjalani serangkaian tes kelaikan di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Serpong, Tangerang Selatan terlihat tidak menemui hambatan dalam perjalannya. Namun hasil pengujian berkata lain, mobil Esemka dinyatakan tidak lulus.
Hasil ini tentu mengecewakan beberapa pihak yang getol menyuarakan mobil nasional. Namun perlu disikapi bahwa terlepas proses uji emisi itu ada hal yang terlupakan atau sengaja dilupakan oleh pemerintah. Memang benar, proses uji emisi harus dilakukan karena emisi gas buang sangat erat kaitannya dengan udara di sekitar kita, dimana udara merupakan hak pokok yang tidak boleh tercemari (Peraturan pemerintah nomor 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara).
Kewajiban uji emisi juga perlu diperketat untuk kendaraan bermotor lama. Sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama. Dalam peraturan tersebut dikatakan bahwa uji emisi kendaraan bermotor lama adalah uji emisi gas buang yang wajib dilakukan untuk kendaraan bermotor lama secaraberkala (Pasal 1 ayat 4). Apakah uji emisi sudah berjalan baik?
Data World Bank tahun 2011 menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat polusi udara tertinggi ke tiga di dunia. Dari semua penyebab polusi udara yang ada, emisi transportasi terbukti sebagai penyumbang pencemaran udara tertinggi di Indonesia, yakni sekitar 85 persen menurut pengkajian ozon dan polusi udara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).
Akhirnya, data-data tersebut menunjukkan inkonsistensi uji emisi kendaraan bermotor di negara kita. Namun terlepas itu semua, mari kita dorong agar siswa-siswa kita mampu berbuat lebih baik atas dukungan semua pihak. SMK, Bisa!***

Oleh: Muhammad Yassir
Guru Teknik Mesin SMK Negeri 1 Pangkep


Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved