Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

"Majulah Komandan dengan Semangat Baru"

Pemilihan gubernur Provinsi Sulawesi Selatan dan wakilnya akan berlangsung tahun depan.

Tayang:
Pemilihan gubernur Provinsi Sulawesi Selatan dan wakilnya akan berlangsung tahun depan. Gubernur sekarang, Syahrul Yasin Limpo (SYL) hampir pasti maju kembali sebagai calon gubernur (cagub) untuk periode yang akan datang. Ilham Arif Siradjuddin (IAS), kini walikota Makassar, sudah lebih dulu menegaskan bahwa dirinya akan maju sebagai cagub. Bahkan, belum lama ini, bersama dengan cawagubnya, Aziz Kahar Muzakkar, mantan cagub yang lalu, kini anggota Dewan Perwakilan Daerah, mendeklarasikan diri sebagai pasangan cagub dan cawagub Sulsel.

Hingga tulisan ini dibuat baru tiga tokoh itu tampil berani menyatakan diri maju ke arena pertarungan pilkada Sulsel. Ada dua tokoh Sulsel yang hanya berani mencari peluang untuk cawagub; yaitu, Agus Arifin Nu'mang (A2N), wagub sekarang, dan M. Room, ketua DPRD Sulsel sekarang. Mungkin keduanya sadar bahwa kapasitasnya memang hanya untuk kursi 02 saja. Mungkin juga adalah strategi bahwa hari ini harus 02, besok pasti 01.
Ada tokoh yang bernyali dan tampak yakin bahwa dia memiliki kapasitas untuk menjadi gubernur Sulsel, meskipun belum sampai ke tahap pendeklarasian diri. Tokoh yang demikian di antaranya ialah Rudyanto Asapa, kini bupati Sinjai, dan M. Luthfi, bekas bupati Luwu Timur. Persoalan partai pengusung, dana yang amat besar untuk bersaing di pilkada gubernur, dan lain-lain, adalah hal-hal yang mungkin masih menghalangi keduanya untuk menetapkan cawagub, lalu melakukan deklarasi.

Dibutuhkan Pemberani
Para tokoh di atas adalah putra-putra (belum ada putri) Sulsel yang tergolong berani. Munculnya nama Rudyanto dan Luthfi memberi harapan kepada rakyat Sulsel yang hendak mengamanatkan aspirasi mereka tidak kepada calon yang sudah berdeklarasi dan nyaris pasti sebagai calon. Rakyat Sulsel memiliki cukup bahan untuk menilai IAS yang sudah dua periode menjadi komandan di Makassar dan SYL yang hampir mengakhiri satu periode sebagai komandan di Sulsel. Sangat mungkin karena penilaian itu, ada dari kalangan rakyat yang tadinya adalah pendukung kedua komandan itu, tidak lagi akan memilih keduanya pada pemilihan gubernur yang akan datang. Peta suara rakyat pemilih jangan dipastikan akan sama dengan saat pemilihan gubernur yang lalu. Suara rakyat yang dulu mendukung Amin Syam, calon gubernur incumbent saat itu, yang setara dengan suara yang mendukung SYL, akan ke calon yang manakah pada pilkada Sulsel yang akan datang? Begitu juga, suara yang diperoleh Aziz saat tokoh ini maju sebagai cagub, akan sangat mungkin mengalami perubahan yang penting, termasuk perubahan yang mengecewakan IA (Ilham-Aziz) bersama timnya.

Kemungkinan-kemungkinan demikian bisa diciptakan oleh cagub-cawagub ketiga, keempat, dan seterusnya. Pemberani-pemberani Sulsel lainnyalah yang berpeluang mengubah peta suara pemilih. Pemberani-pemberani itu tentu akan "mencuri" suara dari kantong-kantong suara yang sebelumnya sudah diklaim oleh IA dan SYL. Tidak perlu merisaukan dukungan para bupati/walikota yang sudah diberikan/dinyatakan. Dukungan serupa itu hanya janji politik (antarsesama politisi) yang bisa berubah sesuai perkembangan cuaca politik. Karena itu, bukan dosa kalau tidak dipenuhi, kecuali kalau janji politik itu ditujukan kepada rakyat, itu baru dosa. Perubahan peta suara rakyat Sulsel, apalagi sampai mengacaukan prediksi dan hasil survei yang sudah ada sekarang, termasuk perubahan janji politik sesama politisi, dalam menyongsong pilkada Sulsel tahun depan, tentu tidak diinginkan oleh calon yang sudah memastikan diri maju dalam pilkada tersebut. Padahal, perubahan peta suara dipastikan akan terjadi kalau muncul pemberani baru yang maju ke arena persaingan pilkada Sulsel. Para pemberani itulah yang bisa mengubah peta suara itu. Boleh jadi ada unsur masyarakat yang beragam itu, seperti pengusaha, akademisi, petani, nelayan, tukang becak, pengusaha kecil, yang pada dasarnya bersikap netral, masih menunggu cagub/cawagub baru yang lebih cocok dengan aspirasi mereka. Pada kepentingan beragam dari unsur masyarakat yang netral itulah peluang pemberani baru untuk maju berkompetisi.

Komandan dan Semangat Baru.
Ada perbincangan santai di sebuah warung kopi di kota ini. Di warung itu, ada kelakar politik: "kalau mau Sulsel semerawut seperti Makassar, pilih IAS; kalau mau Sulsel bertaburan piagam penghargaan tapi tidak berbanding lurus dengan kondisi rakyat kebanyakan, pilih SYL". Kelakar itu disambut tawa dan tanggapan ribut oleh mereka yang duduk mengelilingi meja. Baru-baru ini, sosiolog Ignas Kleden, dalam suatu diskusi di kota ini, berkata bahwa Sulsel, tentu juga Makassar, memakai politik "ruang depan". Maksudnya, yang dipentingkan adalah perwajahan (pencitraan) dan ekonomi makro serta angka-angkanya. Sementara politik "ruang dalam" misalnya, ekonomi sektor riil, ekonomi mikro pertanian rakyat, kurang mendapat perhatian. Baik kelakar di warung kopi maupun pengamatan sosiolog tersebut, tidak terlalu sulit menemukan kecocokannya kalau kita berjalan dari kota-kota di Sulsel menuju pedalaman-pedalamannya seraya mengamati kondisi kehidupan rakyat.
Apakah karena itu diperlukan komandan baru yang sanggup membawa Sulsel tidak terperangkap ke dalam kesemerawutan dan asyik mematut-matut diri dengan mencat "ruang depan"nya belaka? Dari sisi itulah terasa perlu mendorong putra-putri Sulsel untuk berani tampil memperkaya pilihan rakyat tentang calon gubernur yang akan mereka pilih. Boleh saja yang dipilih IA dengan tagline "Pemimpin Sulsel dengan Semangat Baru". Boleh juga SYL bersama pasangannya dengan tagline "Don't Stop Komandan". Bisa jadi juga yang dipilih adalah pemberani lainnya yang akan muncul sebagai pengobrak-abrik peta suara pemilih. Siapa pun yang kelak terpilih, tentu dia adalah komandan Sulsel yang sesungguhnya dengan semangat yang juga sungguh-sungguh baru, bukan sekedar "semangat baru" atau "komandan" sebagai basa-basi politik.(*)

Oleh: M Qasim Mathar
Guru Besar UIN Alauddin

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved