CITIZEN REPORTER
Gelombang I KKN UIN Berangkat
Laporan: Shalahuddin (Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar) melaporkan dari Samata-Gowa
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ina Maharani
Laporan: Shalahuddin (Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar) melaporkan dari Samata-Gowa
Ratusan mahasiswa UIN Alauddin Makassar sejak pagi (5/3) berkumpul di pelataran kampus mereka. Nampak di antara mereka menggunakan jas almamater UIN alauddin. Keberadaan mereka di kampus itu untuk pemberangkatan mereka ke lokasi KKN yang telah ditentukan oleh pihak kampus.
Sekedar diketahui bahwa lokasi yang ditentukan oleh pihak kampus sebelumnya telah disurvey oleh panitia KKN. Selain itu beberapa lokasi yang ditetapkan juga merupakan desa binaan dan sebagian lagi atas permintaan daerah tersebut agar dijadikan sebagai lokasi KKN mahasiswa UIN.
Pemberangkatan mahasiswa KKN Angkatan 47 UIN Alauddin Makassar itu dilakukan di dua tempat. Masing-masing kampus I yang terletak di Makassar dan Kampus II yang terletak di Samata-Gowa.
Khusus untuk pemberangkatan gelombang pertama daerah tujuan mereka yaitu Kabupaten Jeneponto, Takalar, Bantaeng dan Bulukumba. Sedangkan untuk gelombang ke II untuk tujuan Pinrang, Maros, Pangkep dan Sidrap diberangkatkan selasa (6/3) menyusul hari berikutnya untuk kabupaten Gowa dan desa binaan UIN Alauddin Makassar.
Mahasiswa KKN Reguler UIN yang diberangkatkan tersebut akan berada di lokasi KKN selama dua bulan. Keberadaan mereka di sana nantinya untuk menjalankan program kerja berdasarkan hasil survey yang akan dilakukan diawal kedatangan mereka di lokasi KKN.
Salah seorang mahasiswa KKN yang ditempatkan di Kabupaten Bulukumba, Iyatna, menuturkan selain program kerja berdasarkan hasil survey yang nantinya dilakukan di lokasi, ia juga mengaku telah mempersiapkan program kerja bila berada di tempat KKN. “Jadi bukan hanya hasil survey, saya juga sudah punya bahan mentah program kerja di sana. Tinggal saya sesuaikan dengan kondisi masyarakat dan lingkungan tempat saya KKN,” tuturnya.